Ketua Ormas LMPP Jambi, Pandapotan Tambunan JERNIH.ID, Jambi - Berbagai pihak kini tengah menyoroti langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya solar yang saat ini terjadi di Jambi, BBM yang sulit didapatkan di sejumlah SPBU di Kota Jambi, mengakibatkan masyarakat harus rela mengantri lama untuk bisa mendapatkan minyak.
Kondisi kelangkaan BBM di Jambi sepekan terakhir, membuat sejumlah pihak geram, tak terkecuali bagi pegiat anti korupsi di Jambi, salah satunya, Ketua Ormas LMPP Jambi Pandapotan Tambunan, kelangkaan ini katanyaz terlebih bagi angkutan umum, BBM jenis solar bersubsidi semakin sulit didapatkan sehingga menjadi keluhan bagi pemilik angkutan umum di Kota Jambi. Hal itu disinyalir adanya dugaan permainan oknum pihak SPBU, petugas operator dan pelangsir yang memonopoli BBM bersubsidi.
Dirinya pun mensinyalir maraknya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, dimana BBM yang seharusnya tepat sasaran menjadi ajang cuan alias cari keuntungan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, keserakahan akan untung yang besar sehingga mengorbankan rakyat kecil.
“Kami menduga adanya keterlibatan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena kegiatan kencing di jalan terus berlangsung. Dan ada tempat tempat tertentu yang para oknum sopir tidak bisa melakukan hal tersebut dengan sebutan zona black zona,“ terangnya.
Lebih jauh ditambahkan, kuat dugaan ada BBM bersubsidi yang salah sasaran dan digunakan oleh yang tidak berhak menggunakannya, pihaknya sudah beberapa bulan mengamati dan mengumpulkan data di lapangan dan di setiap SPBU yang berada di dalam Kota Jambi dan SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
“Banyak kami dapati mobil perusahaan besar di jambi yang memiliki mobil di perkirakan mencapai 500 unit dan mungkin lebih yang menggunakan BBM subsusidi jenis Solar dan mengisi di SPBU,” sebutnya.
“Kita merasa miris sekali apabila BBM Bersubsidi dinikmati oleh pengusaha besar bidang perkebunan kelapa sawit yang jumlah luasannya tak main main hingga mencapai puluhan ribu hektar bahkan mungkin ratusan ribu hektar," tutupnya.(*/JR2)