JERNIH.ID, Merangin - Seusai paripurna istimewa HUT Merangin, Minggu (22/12/2019), master of ceremony tetiba memanggil Gubernur Fachrori naik ke pentas. Bang Puk begitu ia akrab disapa, diminta menghibur warga dan tetamu yang menyesaki gedung DPRD itu.
Mengenakan setelan teluk belango khas Jambi, Fachrori bergegas melangkah ke pentas. Ia langsung menggamit microphone dari tangan panitia dan membisikkan judul lagu yang hendak dinyanyikan.
Batanghari aeknyo tenang menjadi lagu pembuka bang Puk. Bupati Merangin Al Haris dan Ketua DPRD Herman Effendi mendadak nyelonong ke pentas ikut mendampingi sang gubernur, bersenandung.
Panggung HUT Merangin itu mendadak heboh ketika Herman Effendi berulah. Ketika ikut bersenandung, politisi Golkar ini tetiba mempelesetkan syair lagu Batanghari.
Begini isi lagu yang dipelesetkan.
Batanghari aeknyo tenang…..
Sungguh tenang deras lah ketepi…
Anak Jambi pastilah senang…
Untuk gubernur Jambi…
Pilih Fachrori sekali lagi….
Aksi Mantan tentara yang melempar sinyal mendukung Fachrori, justru dihadapan Haris dan HBA itu, membetot tetamu yang hadir.
“Bang Fendi memang nampak fulgar mendukung pak Gubernur,” kata Adi, salah satu Sat Pol PP Pemprov Jambi yang turut mendampingi Gubernur.
Sontak, tetamu yang hadir tertawa lebar. Gemuruh tepuk tangan mendadak bersahutan. Aksi Fendi yang menyatakan Fachrori Gubernur sekali lagi, memang terbilang nekat.
Soalnya, dia adalah politisi Golkar dan tokoh sentral di Merangin. Sementara, sang Bupati juga tengah berikhtiar menuju Jambi 1.
Miftahul Ikhlas, Ketua Tim Keluarga Fachrori Umar, langsung melempar senyum ketika dikonfirmasi ihwal aksi Fendy itu. Menurutnya, aksi Fendy wajar sebagai seorang adik.
“Secara pribadi, dia dekat dengan bang Fachrori. Wajar saja kalau beliau memilih mendukung Fachrori,”kata Paul sapaan akrabnya.
Fendy, lanjut Paul, bukan orang asing di lingkaran Fachrori. Mereka dekat, kata dia, sudah sejak lama.
“Insyallah, orang baik akan mendukung orang baik,”katanya.
Mendekati Pilgub, geliat Fachrori kian agresif. Ia mulai intens bergerak di arus bawah. Gelombang dukungan kian melebar, terutama dari kalangan tokoh ternama.
Pelan tapi pasti. Manuver petahana itu membuat rivalnya pusing tujuh keliling. (*)