Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Tabir Barat Gelar Aksi Damai Pinta Pemkab Merangin Perbaiki Jalan Tabir

Penulis: - Senin, 17 Juni 2019 , 21:36 WIB


JERNIH.CO.ID, Merangin - Puluhan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Tabir Barat melakukan aksi turun ke jalan menuju kantor Bupati Kabupaten Merangin menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin segera memperbaiki Jalan lintas Desa Air Liki, Kecematan Tabir Barat, Kabupaten Merangin. Kerusakan jalan di kawasan ini amat parah, dan sudah banyak menimbulkan kecelakaan.

 

"Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Merangin untuk segera memperbaiki jalan wilayah di Kecamatan Tabir Barat sekaligus melakukan penerobosan jalan menuju Desa Air Liki," kata Beni Rustandi sebagai pemberi orasi, Senin (17/6).

 

Pada kesempatan itu pula, Beni meminta pemerataan jaringan telekomunikasi dengan pembangunan tower pemancar sinyal di wilayah Tabir barat dan sekitarnya, karena wilayah tersebut selama tidak mendapatkan sinyal telpon maupun sinyal internet.

 

"Kecamatan Tabir Barat masih sangat terisolir, tidak diperhatikan dan seperti di anak tirikan, terlihat dari kondisi jalan yang sudah hancur, sinyal tidak merata dan ekonomi tergadaikan," ucapnya.

 

"Kami berunjuk rasa bertemu dengan Bupati, karena Desa Air Liki ini tidak pernah dilalui kendaraan roda empat," tambahnya lagi.

 

Setelah berorasi beberapa jam, perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh Bupati Merangin Alharis, S.Sos, MH didampingi oleh Asisten I Bupati Merangin H. Syafri SH, MH, Kasdim 0420/Sarko, dan pejabat terkait lainnya.

 

Bupati Merangin mengatakan akhir Tahun 2014 sudah dianggarkan dana pembangunan jalan penerobosan menuju Desa Air Liki dan rencana pembangunan ini akan dimulai tahun 2015. Namun pembangunan tersebut terkendala perizinan di kementrian kehutanan dan lingkungan hidup (KLHK) karena jalan menuju Desa Air Liki tersebut masih masuk dalam kawasan hutan TNKS.

 

"Pada tahun 2015 itu kita sudah coba membangun jalan menuju Air liki, tetapi ketika kami ingin memulai kerjaan itu, harus meminta izin menteri kehutanan," ungkap Bupati Merangin.

 

Ditambah lagi Pemkab Merangin sudah melakukan rapat dengan DPRD Kabupaten Merangin dan pihak TNKS membahas pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Tabir Barat agar Kementrian kehutanan memberikan izin pembukaan jalan.

 

"Insya Allah Balai TNKS siap membantu, dengan membuat design tapak jalan, karena untuk membuka jalan harus didahulukan design tapak dari TNKS" tambah Alharis.

 

Kami juga sudah menganggarkan sebesar Rp 20 M guna membangun jalan di wilayah Kecamatan Tabir Barat yaitu dari Desa muara jernih menuju Desa ngaol pada Tahun 2020 dengan estimasi selesai pada tahun 2023.

 

Mengenai permasalahan sinyal, sebenarnya tidak hanya di Kec. Tabir Barat yang mengalami susah sinyal, tapi terdapat 80 desa di Wilayah Kab. Merangin yg belum terjangkau sinyal (blind spot).

 

Setelah melakukan audiensi dengan Bupati Merangin massa berencana akan melakukan aksi yang lebih besar jika pemerintah Kabupaten Merangin tidak memberi kejelasan terkait perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Tabir Barat tersebut. Unjuk rasa sendiri berakhir damai dan kondusif ditutup dengan doa bersama.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID