Korban mandi di Sungai Tabir JERNIH.ID, Merangin - Fajar, bocah berumur 9 tahun, warga Kelurahan Mampun, Rantau Panjang, Tabir, Jumat (28/2/2020) dikabarkan hanyut terbawa arus Sungai Tabir, di Dusun Koto Indah, Desa Kapuk, Kecamatan Tabir Ulu.
Sehari pencarian oleh warga dan tim gabungan dengan menyusuri sungai, Sabtu (29/2/2020) sekira pukul 6.30 WIB pagi, bocah yang duduk di Sekolah Dasar (SD) ditemukan, namun sudah meninggal.
"Ya sudah ditemukan pagi ini, korban sudah meninggal," ungkap salah seorang kerabat korban.
Informasi yang didapatkan, kronologis hanyutnya korban berawal ketika korban yang tinggal di Rantau Panjang Tabir, hendak menjumpai orang tuanya di Desa Kapuk, diantar oleh kakaknya.
Korban sampai di Desa Kapuk sekira pukul 14.00 Wib, sehabis Jumat. Tiba di Desa Kapuk korban bersama rekannya pergi mandi ke sungai Tabir.
Namun tidak seberapa lama, korban tiba-tiba hanyut. Melihat korban hanyut, sejumlah rekan korban berupaya menyelamatkan korban, namun karena derasnya arus sungai korban tidak bisa tertolong. Rekan korban lansung melaporkannya ke warga desa.
Warga berupaya mencari keberadaan korban, hingga tim gabungan dari anggota Polri, Basarnas, TNI, dan BPBD Merangin dan SAR Bungo menyusuri Sungai Tabir untuk mencari korban.
Kapolres Merangin, AKBP M Lutfi membenarkan sudah ditemukannya korban. Kapolres katakan korban ditemukan dibawah jembatan Pasar Desa Kapuk pukul 06.30 Wib.
"Ditemukan dibawah jembatan Pasar Desa Kapuk pagi ini jam 6.30 Wib, saat orang sedang mukat ikan. Korban sudah dibawa kerumah duka," kata Kapolres.