Merangin Klaim Kasus Stunting Turun 67,35 persen

Penulis: Upro , Editor: Muhammad Sapi'i - Selasa, 21 Juni 2022 , 14:18 WIB
Sekda Fajarman saat hadiri pertemuan advokasi lintas program dan lintas sektoral
Diskominfo Merangin
Sekda Fajarman saat hadiri pertemuan advokasi lintas program dan lintas sektoral


JERNIH.ID, Merangin - Kasus Stunting di Kabupaten Merangin mengalami penurunan yang cukup signifikan, bahkan melebihi 50 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Seperti diketahui, Stunting ini tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembanganan otak yang kurang maksimal. itu menyebabkan kemampuan mental dan belajar anak di bawah rata-rata dan prestasi buruk.

Hal tersebut ditegaskan Sekda Merangin, Fajarman, saat membuka acara Pertemuan advokasi lintas program dan lintas sektoral dalam rembuk stunting 2022, di Aula Hotel Merangin, Selasa (20/6).

‘’Jadi kunci pencegahan stunting itu adalah, pada seribu hari pertama kehidupan (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil  serta balita di bawah umur dua tahun (baduta) perlu kita upayakan,’’ ujar Sekda.

Disamping itu perlu diperhatikan intervensi remaja putri dan calon pengantin untuk menciptakan generasi yang cerdas, sehat dan berprestasi. Hal ini seiring dengan tema pertemuan, yang memprioritaskan kecukupan gizi bagi masyarakat.

Selain itu lanjut Fajarman, intervensi stunting tidak hanya dipengaruhi oleh sektor kesehatan saja, tingkat keberhasilan program penurunan stunting sangat dipengaruhi sektor non kesehatan  dengan proposi dukungan mencapai 70 persen. 

‘’Untuk itu perlu kita lakukan  pendekatan multi sektor dan multi pihak. Adanya pola kerjasama antara pemerintah dan unsur pemangku kepentingan (dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media),’’ terang Fajarman.

Pada pertemuan yang diikuti para Camat, para Kepala desa se-Kabupaten Merangin tersebut Sekda mengatakan, kondisi stunting Kabupaten Merangin telah mengalami penurunan kasus sebanyak 67,35 persen.

Dimana pada Agustus 2020 total jumlah balita stunting di Kabupaten Merangin sebanyak 1.755 jiwa dan pada Agustus 2021 total jumlah balita stunting adalah 573 jiwa. Terlihat terjadi penurunan sebanyak 1.182 jiwa pada tahun 2021.

‘’Ini artinya kegiatan intervensi yang telah kita lakukan berpengaruh positif dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Merangin,’’ jelas Sekda.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID