Al Haris saat hadiri Milad ke 8 Ponpes Madinatul Ulum JERNIH.ID, Merangin - Guna menciptakan generasi muda yang Akhlakkurkarimah dan menguasai teknologi, pesantren-pesantren di Kabupaten Merangin diwajibkan menerapkan program Pesantren Berbasis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Hal tersebut ditegaskan Bupati Merangin Al Haris, ketika menghadiri milad Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Madinatul Ulum ke-8 dan Pembukaan MTQ ke-6 di lingkup Ponpes yang berada di Kecamatan Pamenang tersebut, Rabu malam (16/9/2020).
‘’Nanti santri-santri kita begitu tamat dari Pondok Pesantren, sudah bisa memiliki keahlian khusus di bidang umum. Jadi santri tidak hanya pandai ilmu agama, tapi juga menguasai teknologi, sebagai bekal kemandirian mereka,’’ ujar Al Haris.
Dikatakan bupati Merangin dua periode ini, Ponpes Modern Madinatul Ulum, peletakan batu pertama pembangunannya dulu dilakukan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA). Sekarang pesantren tersebut, maju dan bekambang sangat pesat sekali.
Diakui Al Haria Pengasuh Ponpes Modern Madinatul Ulum Ustad Abdul Kholik Saman, sudah banyak melahirkan santri-santri berkualitas. Dimana santri-santri Ponpes Modern Madinatul Ulum, banyak yang menjadi juara di event-event MTQ.
‘’Santri alumni Ponpes Modern Madinatul Ulum ini, juga sudah banyak yang kuliah di luar negeri, terutama di Arab Saudi dan Sudan. Santrinya tidak hanya dari Merangin, tapi juga dari kabupaten tetangga,’’ terang Al Haris.
Sedangkan MTQ yang digelar lanjut Al Haris akan semakin menggugah semua lapisan masyarakat untuk benar-benar mencintai Al Qur'an. Tak heran bila kemudian masyarakat berlomba-lomba mendirikan Pondok Pesantren.
‘’Ini semua akan berdampak baik kepada anak-anak kita yang semakin mencitai Al Quran. Wali santri jangan ragu dengan pengasuh Ponpes ini. Kita harapkan anak-anak kita jadi generasi muda yang Akhlakkurkarimah dan menguasai teknologi,’’ jelas Al Haris.