Pabriknya di Demo Warga Desa Tanjung Lamin, Ini Penjelasan Manajemen PT KDA Langling

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Syafe'i - Kamis, 13 Februari 2020 , 18:53 WIB
Pihak manajemen PT KDA saat berikan penjelasan
Jernih.id
Pihak manajemen PT KDA saat berikan penjelasan


JERNIH.ID, Merangin - Manajemen PT Krisna Duta Agroindo (KDA) Langling menanggapi atas adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah warga Desa Tanjung Lamin yang juga memblokade pintu gerbang pabrik kelapa sawit milik perusahaan. Aksi tersebut dilakukan pagi ini di Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin.

"Penyebabnya bahwa masyarakat minta dijadikan karyawan PT KDA," kata Syarifuddin Binur alias ucok selaku koordinator security PSM Jambi mewakili PT KDA pada, Kamis (13/02/2020).

Atas unjuk rasa tersebut, perusahaan tidak bisa menjamin masyarakat yang melakukan unjuk rasa akan dijadikan karyawan, dengan alasan akan kondisi PT. KDA saat ini sedang tidak menerima perekrutan karyawan.

"Pada tahun 2017 sudah dilakukan perekrutan guna memenuhi kebutuhan pegawai sebanyak 150 orang dan telah berhasil merekrut masyarakat Desa Tanjung Lamin sebanyak 9 orang, Desa Simpang Limbur 15 orang, wilayah Extrans dan Desa Langling 8 orang", tegas Syarifuddin Binur.

Untuk diketahui, bahwa dalam pembangunan kebun dan pabrik kelapa sawit harus memperhatikan rasio kondisi perusahaan terutama kelapa sawit.

"Kapasitas pabrik sawit PT KDA sebesar 60 Ton/jam hanya membutuhkan 150 orang karyawan, dan saat ini jumlah karyawan di perusahaan sudah maksimal", tambahnya lagi.

Selama ini, PT KDA sudah terbuka dalam menyampaikan program penerimaan karyawan yang disampaikan kepada seluruh masyarakat sekitar melalui kepala desa.

Sejauh ini dari pantauan di lokasi pabrik, warga Desa Tanjung Lamin yang berunjuk rasa siang tadi sudah ditangani oleh Polres Merangin. Dengan meminta perwakilan berunjuk rasa membuka blokir pintu geebang agar truk pengangut TBS sawit dapat melintas.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID