Pantau Rekapitulasi Pilgub Jambi, As'ad Isma: Penyelenggara Jangan Ubah Hasil Suara

As'ad Isma
Istimewa
As'ad Isma
Penulis: Redaksi

JERNIH.ID, Jambi - Hasil hitung cepat lembaga survei di Pilgub Jambi 2020 memiliki perbedaan, tentunya hal ini membuat rekapitulasi dan pleno di tingkat kecamatan yang prosesnya dimulai kemarin (11/12) menjadi cukup rentan. 

Namun secara real count di Situs KPU teranyar 12 Desember 2020 pukul 14:59 dengan suara masuk 71,39 persen pasangan Al Haris-Abdullah Sani masih unggul dari Cek Endra-Ratu Munawaroh. Begitu juga hasil hitung cepat LSI, Al Haris-Sani unggul cukup signifikan di atas angka margin error 1 persen.

Belum selesai rekapitulasi di Kecamatan ini, beredar kabar soal operasi ‘kecurangan’ untuk mengubah suara di beberapa daerah. Seperti yang disampaikan oleh akademisi UIN STS Jambi, Dr Asad Isma.

Pasca pemungutan suara kemarin, ia ikut memantau ke beberapa daerah termasuk ke kampung halamannya di Sarolangun. Ia melihat isu dan indikasi upaya mengubah hasil pemungutan suara itu memang cukup marak.

“Saya memantau di Sarolangun. Kondisi saat ini memang masih sangat rentan. Ada laporan penyelenggara di tingkat bawah ditemui oleh sekelompok orang untuk mau mengubah suara,” kata Asad Isma seperti dilansir dari tuntas.co.id.

Wakil Rektor II UIN STS Jambi ini mewanti-wanti penyelenggara jangan sampai melakukan upaya kejahatan dengan mengubah suara hasil pemilihan 9 Desember lalu.

“Contoh dari pemilu sebelumnya sudah sangat banyak, aturan juga sangat tegas, ancamannya pidana. Sekarang kerja penyelenggara dipantau betul oleh masyarakat, termasuk kita akademisi,” tegas Asad Isma.

Menurut Asad Isma, pihaknya juga sudah memegang hasil Pilgub Jambi dari berbagai sumber kredibel, sehingga jika ada satu perubahan jumlah suara saja, akan ketahuan di TPS mana, desa mana, kecamatan mana, dan siapa penyelenggaranya.(*)