Bupati Merangin, Al Haris saat tinjau beberapa pasar JERNIH.ID, Merangin - Maraknya isu beras plastik beredar di wilayah Merangin, disikapi Satgas Pangan Kabupaten Merangin. Satgas langsung turun dengan mengambil sampel beras di beberapa pasar tradisional.
Ada 12 sample beras yang di ambil oleh tim Satgas Pangan. Beras tersebut dibawa ke Laboratorium untuk diuji. Hasilnya seperti yang diharapkan, Pemkab Merangin pastikan tidak ada beras palsu.
Asisten Dua Setda Merangin Mardansyah Saidi mengatakan, tim Satgas sudah turun mengambil sampel. "Tim Satgas Pangan kita sudah mengambil sample sebanyak 12 macam beras dan akan diuji. Tidak ada beras palsu," ujar Mardansyah, Jumat (31/01/2020).
Mardiansyah juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Merangin, agar tidak perlu takut dan khawatir untuk membeli beras di pasar tradisional maupun di swalayan yang ada di Kabupaten Merangin.
“Kami pemerintah menjamin beras plastik atau palsu tidak ada di Kabupaten Merangin, dan semua beras yang beredar di Kabupaten Merangin beras asli,” ujarnya lagi.
Dia jelaskan, bagi warga yang ingin mengetahui perbedaan beras plastic dengan beras asli, ciri beras asli mempunyai warna putih susu, sedangkan untuk beras palsu warna putih mengkilat.
Selain itu untuk ukuran beras asli berbentuk Hoktorogen sedangkan beras palsu berukuran Homogen. Beras asli mempunyai bau khas beras, sedangkan beras palsu tidak mempunyai bau khas beras.
"Apabila direndam beras asli akan tenggelam sedangkan beras palsu akan mengapung," jelas Mardansyah.