Peringati Harlah NU, Ikama Santri UNJA Adakan Istighosah Secara Virtual

Penulis: Redaksi - Selasa, 02 Februari 2021 , 11:31 WIB
Istighosah dan doa bersama Ikama UNJA
Istimewa
Istighosah dan doa bersama Ikama UNJA


JERNIH.ID, Jambi - Ikatan Keluarga Mahasiswa (Ikama) Santri Universitas Jambi aktif melaksanakan amaliyah serta ajaran yang ada di Pondok Pesantren, diantaranya Istighosah dan Doa bersama yang dilaksanakan secara virtual melalui meeting zoom, Minggu (31/1) kemarin.

Ikama Santri Unja merupakan organisasi yang dibentuk oleh para santri yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Universitas Jambi. Ikama Santri berdiri pada 13 November 2020 (27 Rabi'ul Awal 1442 H) setelah rapat antara pengurus masjid dan mahasiswa yang berasal dari pondok pesantren/santri sebagai wadah untuk menguatkan ukhuwah dan terbentuknya Mahasiswa yang religius di Universitas Jambi. Ikama Santri memiliki berbagai macam kegiatan yang berfokus pada ranah santri. Seperti pelaksanaan Istighosah dan Doa Bersama dalam rangka peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke 95 tahun.

Dr Supian Ramli, M.Ag. selaku pembina Ikama Santri UNJA mengungkapkan dirinya sangat senang dan bangga, karena impiannya untuk mempersatukan para santri yang mengenyam pendidikan di Universitas Jambi sudah bisa diwujudkan. Dan ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, bila perlu diadakan agenda kajian kitab-kitab yang pernah dipelajari di pesantren.

"Meski ditengah badai Pandemi, kegiatan virtual ini tentu akan membantu para santri untuk mengingat, menjaga, serta merawat nilai-nilai dan amaliyah yang ada di pesantren, semoga kegiatan seperti ini Istiqomah untuk dilaksanakan," kata Supian melalui pesan Whatsapp-nya.

Sementara itu menurut Syahrizal Fahlevi S.Pd.I., M.Pd. sebagai penyaji dan yang memimpin Istighosah mengatakan bahwa Istighosah dan doa bersama dilakukan dalam rangka Hari Lahir Nahdlatul Ulama, kegiatan seperti ini bagus dilaksanakan, kegiatan yang mengajak kita menjaga amaliyah yang ada di pesantren.

" Sejalan dengan ucapan Dr Supian, beliau menyampaikan bahwa pandemi bukan batasan untuk menjaga amaliyah yang ada di pesantren. Selain itu juga perlu untuk senantiasa menjaga NKRI, sebagai upaya menjaga agama dan negara," kata Syahrizal.

Nurman Fajri selaku Koordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia yang mewakili Ketua Ikama Santri menjelaskan bahwa Istighosah dan doa bersama dilakukan agar menyemarakkan para santri untuk senantiasa mengamalkan amaliyah-amaliyah yang pernah dipelajari dan dipraktekkan di Pondok Pesantren.

"Istighosah dan doa bersama diadakan sebagai usaha untuk menjaga amaliyah yang telah dilaksanakan sewaktu dipondok pesantren tetap dilaksanakan pada saat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi," pungkasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID