Pintu Kebaikan dan Kemulyaan

Penulis: - Kamis, 17 Mei 2018 , 12:12 WIB


JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Ibadah puasa Ramadhan merupakan ibadah khusus yg dilaksanakan setiap tahun, karena selama bulan ini terdapat hikmah yang istimewa bagi umat Islam, baik berkah, rahmat, ampunan dan pembebasan dari ragam dosa dan azab Allah baik duniawi maupun ukhrawi.

Karena Ramadhan Karim adalah bulan suci, maka siapapun umat Islam yang akan memasukinya haruslah dalam keadaan suci dan ikhlas, dengan saling menghalalkan berbagai salah khilaf, baik disengaja maupun tidak.

Memang untuk saling maaf dan memaafkan serta ikhlas dan mengikhlaskan tidak pula harus ketika memasuki Ramadhan, namun karena bulan Ramadhan adalah bulan kebaikan dan kemulyaan, maka siapa saja yang ingin menempa diri menjadi baik dan mulya disisi Allah SWT, harus telah dapat melepaskan segala sangkut paut kemanusiaan dengan sesamanya, dengan kata lain dia harus baik dan mulya disisi manusia, dengan saling mengikhlaskan secara bathiniyah.

Maka itu dalam QS. Ali Imran ayat 133, Allah ingatkan kita, bahwa salah satu kriteria orang takwa dan baik adalah menahan amarah dan memaafkan (mengikhlaskan) kesalahan orang. Jadi meminta maaf adalah mulya, dan memaafkan orang-orang yg telah menzalimi kita, adalah jauh sangat mulya dan baik di sisi Allah SWT. Sebuah hadis Riwayat Muslim mengatakan “orang yg selalu ikhlas dengan saling memaafkan senantiasa mendapat pertolongan dan perlindungan Allah”.

Ramadhan Karim, mengajarkan kita menahan diri dari amarah, sabar dalam segala keadaan yang menggoda, bertahan agar tidak larut dalam segala pesona dunia. Kunci untuk bisa tangguh dalam segala keadaan ini adalah dengan mengendalikan nafsu amarah kita, yang senantiasa menggiring ke arah kedzaliman dan keangkara murkaan.

Rasulullah dalam hal ini mengingatkan “la taghdaf walakal jannah”. Jangan marah, bagimu adalah surga. Artinya marah adalah pintu kejahatan, kezaliman dan angkara murka yang dapat menjatuhkan sejatinya kemanusiaan. Sedang ikhlas dan saling memaafkan adalah pintu-pintu kemulyaan dan kebaikan, dan wujud takwa disisi Allah SWT.

Tindakan ikhlas dan saling memaafkan ini sejalan dengan tujuan berpuasa dibulan suci Ramadhan, sebagaimana ditegaskan QS Albaqarah 183, “la’alakum tattaqun” agar kamu bertakwa.

Semoga kita mampu membuka pintu-pintu kemulyaan dan kebaikan dan menggapai predikat takwa di sisi Allah SWT. dengan berkah Ramadhan Karim tahun ini. Aamiin.

Tag:


PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID