Ramadhan Recovery Diri

Penulis: - Rabu, 23 Mei 2018 , 04:36 WIB


JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Ramadhan yang bermakna pembakaran artinya dia membersihkan karatan-karatan, kotoran-kororan yang melekat pada tubuh atau diri kita yang telah digunakan selama sebelas bulan, yang telah dipakai siang dan malam non stop. Maka orang kesehatan mengatakan puasa adalah tangkal sehat, pun begitu juga Rasululah menyuruh kita berpuasa agar kita sehat.

Dalam berpuasa kita mengatur segalanya, cara makan dan minum, yang diawali sejak sahur kita hingga berbuka, saat tenggelamnya matahari atau memasuki waktu Magrib.

Makanpun diatur agar dibuka dengan yang manis, dianjurkan diawali dengan buah, akan lebih baik diawali dengan buah korma, karena ada berkah didalamnya. Makan minumpun harus ditata didalam ruang perut kita agar seimbang, sepertiga adalah makanan, sepertiga tempat air dan sepertiga tempat bernapas.

Lebih prinsip lagi yang kita makan harus halal dan baik, agar menjadi darah daging yang sehat dan melahirkan perilaku akhlaqul karimah dalam kehidupan.

Perilaku menyimpang, adalah juga kontribusi atas apa yang kita konsumsi melalui makanan dan minuman yg tidak halal dan tidak baik, perilaku sakit adalah kontribusi dari makanan yg kita konsumsi berlebihan, selain bersumber dari hal-hal yang subhat dalam kehidupan kita.

Ada istilah rezeki yang diperoleh dengan cara abal-abal, rezeki lendir, rezeki remang-remang, rezeki nomplok hingga rezeki hasil rampok, korupsi dan sejenisnya.

Semua sumber rezeki yang sumbernya tidak halal dan tidak baik itu, tidak layak konsumsi baik bagi diri dan keluarga, karena dia tidak membuahkan berkat tapi malah menimbukan mudharat bagi manusia. Maka itu waspadalah terhadap sumber rezeki, karena berkah rezeki itu tidak terletak pada jumlahnya, tapi kejelasan sumber, proses dan hasilnya.

Sebelas bulan kita telah membawa diri dalam blantika kehidupan dunia fana, dengan beragam dinamika, ada keshalehan, ada kezaliman dan kemungkaran, ada suka ada duka yang bersatu padu menjadi kehidupan yang dinamis.

Sudah sepantasnya kita melakukan recovery terhadap diri kita, karena selama sebelas bulan diri kita telah diporsir menjalani hidup, dan tentu saja onderdilnya ada yang sudah haus, ada yang rapuh, ada yang rusak ringan bahkan ada yang rusak berat "sakit".

Kendaraan saja kita maintanance tiga bulan atau enam bulan sekali, menghindari berbagai kemungkinan ketidaknyamaan berkendaraan. Kita selalu mengganti oli, melakukan turn up, service perangkat, cek rem, kopling mengganti onderdil, dan melakukan pembersihan-pembersihan, polesa baik bagian luar body maupun bagian dalam kawasan mesin. Tidak lain tujuan kita agar kendaraan tetap save dan nyaman.

Ramadhan karim hadir sebagai bulan yang selain dapat memperbaiki, menyembuhkan dan membersihkan (recovery) kotoran dan sakit diri dengan ibadah puasa, ibadah sosial dan ibadah-ibadah dimalam hari, baik menyangkut pisik maupun membersihkan ruhiah, hati dan pikiran, sehingga pasca Ramadhan kita kembali suci (fitri) seperti terlahir kembali ari rahim ibunda kita. Salam Ramadhan karim.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID