Rentan Dipolitisasi, PMII Merangin Ingatkan Bansos Jangan Disalahgunakan

Penulis: Upro , Editor: Muhammad Syafe'i - Jumat, 12 Juni 2020 , 14:41 WIB
Ketua Umum PC PMII Merangin, Andri Rustandi
Upro/jernih.id
Ketua Umum PC PMII Merangin, Andri Rustandi


JERNIH.ID, Merangin - Dampak ekonomi lantaran wabah Virus Corona (Covid-19), memunculkan banyaknya bantuan sosial (Bansos) yang dikucurkan oleh pemerintah.

Seperti Bantuan Lansung Tunai (BLT) Pemerintah Pusat, BLT Pemerintah Provinsi, Program Keluarga Harapan (PKH), BLT Dana Desa, sampai dengan bantuan sembako pemerintah daerah kabupaten/kota.

Banyaknya program bantuan ini rentan dimanfaatkan oknum untuk kepetingan pribadi, penyelewengan hingga politisasi untuk kepentingan politik pada Pilkada serentak Desember mendatang.

Menyikapi itu, Penguruc Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Merangin, angkat bicara. PMII meminta agar bantuan untuk warga yang terdampak karena virus Corona tidak disilahgunakan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PC PMII Merangin, Andri Rustandi. Dia katakan, ada beberapa alasan kenapa harus diingatkan agar Bansos tidak dipolitisir, karena dalam penyaluran bansos pada warga dinilai ada peluang bagi pelaku mempolitisasi Bansos tersebut.

"Jika terjadi dan dilakukan oleh tim sukses atau calon dampaknya bisa menimbulkan kecemburuan politik, dan merugikan calon lain yang tidak memiliki sarana Bansos untuk di politisasi," ujar Andri, Jumat (12/6/2020).

Dia tegaskan, mahasiswa mewarning, agar bantuan tidak dipolitisasi oleh tim sukses dan Bakal Calon Kepala Daerah yang ikut bertarung pada Pilkada mendatang.

"Kita akan menghadapi Pilkada, untuk itu PMII Merangin Berharap pada tim sukses maupun bakal calon peserta pemilu untuk tidak mempolitisi bantuan sosial, keinginan kita tentu Bansos tepat sasaran," ujarnya lagi.

Selain itu ditambahkan Andri, ditengah wabah Virus Corona yang masih terjadi, dalam menghadapi Pilkada, PMII Merangin juga meminta pada Masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan untuk memutus rantai wabah Virus Corona.

"Meski saat ini kita sudah memasuki New Normal, namun untuk meredam wabah yang berbahaya ini tentu masih menjadi tugas bersama, dengan tetap mematuhi Protokol Kesahatan yang dianjurkan, seperti cuci tangan dan pakai masker," pungkasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID