JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Polda Jambi menggelar apel pasukan Operasi Ketupat 2018 pagi ini. Apel serentak dilaksanakan jajaran Polri di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan itu, Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS menyampaikan amanat dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia menyebut, ada empat potensi kerawanan yang perlu diwaspadai jelang lebaran.
“Yang pertama, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan,” kata Muchlis di Mapolda Jambi, Jalan Jenderal Sudirman, Jambi, Rabu (6/6/2018).
Pada tahun 2017, stabilitas harga dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hal tersebut terwujud lantaran adanya kerjasama antar instansi terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Satgas Pangan Polri.
Muchlis mengatakan, tahun ini potensi kerawanan masih berkisar masalah distribusi pangan oleh kartel mafia pangan dan kelakuan pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan.
“Kedua, kelancaran keselamatan arus mudik dan arus balik,” sebut Muchlis.
Kapolri, lanjut Muchlis, menekankan supaya pengamanan ditingkatkan pada titik-titik rawan macet dan kecelakaan.
Kemudian potensi kerawanan yang ketiga adalah bencana alam dan gangguan kamtibmas, seperti pencurian dengan alat berat, pencurian motor, pencurian dengan kekerasan, copet, pencurian rumah kosong, dan begal. Kasatwil diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Basarnas dan BMKG untuk mengantisipasi dan mewaspadai hal tersebut.
“Keempat adalah ancaman tindak pidana terorisme,” ungkap Muchlis.
Muchlis menerangkan, Kasatwil diperintahkan untuk meningkatkan kegiatan deteksi intelijen. Ia menegaskan, Polda Jambi bekerjasama dengan Binda dan Korem membentuk Satgas Antiteror untuk mewaspadai oknum-oknum yang diduga terlibat paham radikal.
Untuk diketahui, Operasi Ketupat 2018 diselenggarkaan selama 18 hari, dari tanggal 7-24 Juni 2018. Operasi ini melibatkan 173.397 personil pengamanan gabungan dari Polri, TNI, Pemda, serta stakeholder terkait dan elemen masyarakat lainnya.