Sensus Penduduk 2020, BPS Tanjabtim Mulai Bersiap - Siap

Penulis: - Rabu, 23 Oktober 2019 , 14:47 WIB


MoJERNIH.ID, Muara Sabak - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sedang bersiap-siap melakukan sensus penduduk tahun 2020. Rencananya sensus ke-7 itu akan dilaksanakan menggunakan peralatan digital, bukan lagi mengandalkan kertas.

Kepala BPS, Marpaung mengatakan, peralatan digital yang dimaksud antara lain berupa aplikasi smartphone dan web. Harapannya peralatan tersebut bakal membantu pencacah lapangan yang mengumpulkan data, juga memudahkan warga yang ingin memasukkan datanya sendiri.

"Mulai tahun ini kita sudah mulai bergerak kita akan sosialisasi ke beberapa instansi karena sensus penduduk 2020 ini bukan hanya tanggung jawab BPS sendiri, kita mengajak Pemda untuk mendukung kita," Marpaung.

Kepala BPS Tanjabtim menjelaskan bahwa sensus penduduk sepuluh tahun sekali ini bertujuan mencafi jumlah, komposisi dan struktur penduduk.

"Tujuan sensus penduduk 2020 dilaksanakan selama 10 tahun sekali untuk mencari jumlah, komposisi dan struktur penduduk kedepan pada tahun 2021 akan dilakukan sensus lanjutan terkait demografi penduduk," ujarnya, Rabu (23/10).

Menurut Kepala BPS Tanjabtim terdapat dua tahapan pada saar pendataan masyarakat pada sensus 2020 ini yaitu tahap sensus online dengan mengimput Masyarakat melakukan pendataan secara mandiri melalui https://sensus.bps.go.id dan tahap kedua pendataan ulang bagi yang tidak mendaftarkan mandiri.

"Sensus penduduk tahun 2020 ada dua tahapan pertama kita laksanakan pada bulan Februari dan Maret adalah sensus online rumah tangga yang mempunyai Handphone (HP) android atau CAWI (Computer Aided Web Interviewing) melakukan input sendiri datanya ke https://sensus.bps.go.id yang tidak melakukan sensus online," ungkapnya. 

"Tahap kedua yaitu yang tidak melakukan sensus online pada tahap pertama petugas kita akan mendatangi rumah dengan menggunakan HP dan tidak menggunakan kertas lagi," imbuhnya. 

Ditambahkanya kita telah melakukan sosialisasi ke beberapa kepala desa di Kecamatan Sabak timur terkait tugas kita pada tahun 2020. 

Permasalahanya menggunakan hp 24 titik blank spot di daerah tanjabtim, oleh karena itu pada titik blank spot (tidak ada sinyal ) tersebut pentugas mengimput data di hp masing-masing dan akan mengupload data tersebut pada daerah yang ada jaringannya. 

"Selain itu upaya kita akan melakukan kerjasama dengan pihak telkom untuk menyewa alat mengadakan jaringan ataupun menggunakan satelit, dari 24 titik tersebut kita akan bagi untuk menghemat biaya," katnya.

Kepala Mako Sensus BPS Tanjabtim, Arif mengatakan menjelang sensus penduduk 2020 ini BPS Tanjabtik melakukan Pendekatan kepada beberapa institusi yaitu Pelajar (SMA/SMK/MA) dan Mahasiswa (PTN/PTS), dan Ketua/Pengurus SLS. 

"Nanti kita akan menggunakan online maka kita akan koordinasi sekolah dan kampus, karena anak sekolah dan kampus mrrupakan kalangan terpelajar dan melek teknologi sehingga bisa membati keluarganya untuk mengisi sensus online, " tutupnya.

 

Penulis : Andi Ansar

Editor : Muhammad Syafe'i 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID