Stimulus Fiskal Adalah Solusi Perekonomian Indonesia

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Jumat, 05 Agustus 2022 , 14:16 WIB
Ilustrasi stimulus fiskal
Istimewa
Ilustrasi stimulus fiskal

JERNIH.ID - Indonesia mengalami kondisi ekonomi yang tidak stabil saat COVID-19 melanda. Beruntung pemerintah sigap dalam melakukan pencegahan krisis ekonomi dalam masa-masa pandemi yaitu, dengan melakukan stimulus fiskal. Stimulus fiskal adalah kebijakan relaksasi di berbagai sektor. Mulai dari sektor pajak, sektor perbankan, sektor bea dan cukai, sektor kesejahteraan masyarakat dan kesehatan, serta sektor perdagangan. Termasuk dalam kaitannya dengan kepentingan UMKM.

Stimulus fiskal memberikan dampak positif bagi situasi ekonomi di Indonesia. Sehingga dapat meminimalkan terjadinya kerusakan ekonomi akibat COVID-19. Namun, yang perlu dipahamkan adalah stimulasi fiskal juga perlu disesuaikan dengan kekuatan dan percepatan pemulihan ekonomi.

Kondisi perekonomian Indonesia agar tidak semakin buruk dapat diantisipasi. Caranya adalah dengan melakukan stimulus fiskal. Sehingga jika dikatakan efektif, maka stimulus fiskal ini efektif saat dijalankan dengan kebijakan fiskal yang sesuai.
Apalagi saat kondisi COVID-19, maka stimulus fiskal ditargetkan untuk mendukung kesehatan masyarakat.

3 Kondisi yang Perlu diperhatikan dalam Stimulus Fiskal

Efektif atau tidaknya stimulus fiskal harus memperhatikan 3 kondisi berikut ini:

1. Perhatikan dengan Baik Momentum

Anda perlu memperhatikan dengan baik momentum stimulus fiskal. Saat stimulus fiskal Indonesia ini diberikan pada waktu yang tepat, maka tentu insentif yang diterima akan bernilai positif dalam kondisi perekonomian. Sebaliknya, jika stimulus fiskal diberikan dengan terlalu lambat, maka saat kondisi perekonomian mengalami perbaikan akan dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Kondisi demikian juga akan terjadi jika stimulus fiskal baru saja dilaksanakan.

2. Perhatikan Sasaran Stimulus Fiskal

Dalam stimulus fiskal adalah memperhatikan sasarannya. Tentu saja kelompok masyarakat yang mengalami dampak negatif dari kondisi ekonomi yang melemah harus memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Sehingga dalam tambahan pengeluaran maupun pemotongan pajak, pemerintah harus memperhatikan sasaran yang dituju tersebut.

3. Perhatikan Jangka Waktu Pemberian Stimulus Fiskal

Jangan sampai pemberian dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Sebab akan memberikan dampak negatif pada pertumbuhan kondisi ekonomi dalam kurun waktu jangka panjang. Sehingga perhatikan dengan baik jangka waktu saat melakukan pemberian stimulus fiskal.

Kebijakan dalam Stimulus Fiskal

Ada beberapa kebijakan dalam stimulus fiskal, di antaranya:

1. Kebijakan Dukungan Industri

Pada kebijakan ini fokus pada cadangan perpajakan. Pajak yang ditanggung oleh pemerintah. Juga termasuk bea masuk untuk DTP.

2. Kebijakan Kesehatan

Tentu kondisi COVID-19 membuat tenaga medis yang dikerahkan sangat banyak sehingga dalam kebijakan stimulus fiskal covid 19 ini diperlukan insentif untuk mereka di bagian pusat maupun daerah. Kemudian juga bantuan iuran yang ditujukan kepada pekerja bukan penerima upah maupun bukan pekerja. Termasuk pemberian santunan kematian kepada tenaga kesehatan. Serta belanja untuk penanganan kesehatan COVID-19.

3. Kebijakan Sosial Safety Net

Untuk kebijakan ini terkait dengan tambahan pada jaringan pengaman sosial. Juga cadangan pemenuhan untuk kebutuhan pokok. Termasuk penyesuaian anggaran bidang pendidikan penanganan COVID-19.

4. Kebijakan Dukungan Dunia Usaha

Sudah pasti untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional diperlukan kebijakan ini. Sehingga dalam kebijakan dukungan dunia usaha akan diberikan pembiayaan dengan jumlah tertentu. Demi mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia.

Dengan adanya stimulus fiskal, pemerintah berharap terjadinya pemulihan ekonomi berjalan dengan cepat. Tentunya kebijakan yang berjalan diselesaikan dengan stimulus fiskal itu sendiri. Sehingga harapan dari stimulus fiskal adalah memperbaiki perekonomian.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID