Waspadai DBD Dinkes Provinsi Jambi Sorong Gerakan Jumantik

Penulis: Anil Hakim , Editor: Muhammad Sapi'i - Kamis, 03 Maret 2022 , 21:39 WIB
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jambi, Eva Susanti
Anil Hakim/jernih.id
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jambi, Eva Susanti


JERNIH.ID, Jambi - Seiring dengan perubahan cuaca yang terjadi di Indonesia, tentu hal ini sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada pola hidup sehari hari. Di Indonesia perubahan cuaca ini salah satunya akan berdampak kepada kesehatan masyarakat sendiri, khususnya di Provinsi Jambi.

Mewaspadai penyakit Demam Berdarah (DBD), Dinkes Provinsi Jambi mendorong agar disetiap rumah ada salah seorang anggota keluarga yang menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

"Dari tahun 2014 kita telah meluncurkan gerakan satu rumah satu Jumantik dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk," kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi, Eva Susanti, Selasa (1/3) yang lalu.

Ia juga mengatakan bahwa nantinya Jumantik ini akan bekerja di rumah masing-masing dalam mengawasi perkembangan jentik nyamuk.

"Jadi dengan gerakan satu rumah satu jumatik itu, kita mengharapkan satu rumah satu orang yang bertugas memantau jentik, baik itu di bak mandi dan air tergenang lainnya," tambahnya.

Selain itu Eva juga menjelaskan, bahwa tujuan dari kegiatan pemantauan jentik nyamuk tersebut untuk mencegah agar jentik tersebut tidak menjadi nyamuk dewasa yang bisa menyebabkan penyakit DBD.

"Nyamuk DBD ini bagaimana kita mencegah jentik itu tidak menjadi nyamuk dewasa, karena ketika dia menjadi dewasa itu yang bisa menyebabkan demam berdarah," ujar Eva.

Penyakit DBD sendiri berbeda dengan penyakit malaria. Penyakit DBD lebih cenderung disebabkan oleh pengaruh daripada lingkungan sekitar tempat tinggal.

"Kalau DBD memang lebih kepada lingkungan karena di Kota Jambi sendiri lingkungannya padat, antar rumah berdekatan, banyak sampah yang menyebabkan timbulnya jentik," tukasnya.

Sekedar informasi bahwa pada tahun sebelumnya yakni pada tahun 2020 angka kasus DBD di provinsi Jambi berada di angka 2056 kasus. Sedangkan tahun 2021 kasus DBD di Provinsi Jambi ada 393 kasus yang terjadi dengan Kota Jambi sebagai kota dengan kasus tertinggi.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID