5 Alasan Mengapa Kesehatan Psikologis Berpengaruh pada Kondisi Fisik

Penulis: Jernih 1 - Senin, 05 Oktober 2020 , 07:12 WIB
Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan Psikologis Oleh Tenaga Medis Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan Psikologis Oleh Tenaga Medis


JERNIH.ID, Kota Jambi - Ingat dengan pepatah “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” kan, Gan? Pepatah tersebut sebenarnya menegaskan pengaruh kesehatan psikologis terhadap fisik, lho! Oleh karena itu, kalau Anda ingin sehat lahir-batin, menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis adalah sebuah keharusan.
Masih belum yakin? Kalau begitu, yuk simak penjelasan berikut tentang bukti pengaruh kesehatan psikologis terhadap fisik! Selamat membaca ya, Gan!

1. Istirahat cukup dapat membantu performa saat melakukan pekerjaan berat.

Bicara soal istirahat, Anda barangkali masih menghubungkannya dengan mengistirahatkan tubuh secara fisik. Padahal, istirahat juga memengaruhi kondisi mental, lho! Sebab, dengan beristirahat yang cukup, bukan hanya tubuh akan terasa segar dan bugar kembali, tapi pikiran pun kembali jernih sehingga membantu konsentrasi.

Oleh karena itu, istirahat yang cukup di malam hari akan membantu Anda bekerja dengan lebih fokus dan produktif keesokan harinya karena kondisi fisik dan mental yang sama-sama baik. Lain halnya jika tubuh Anda sudah lebih dulu lelah, maka pikiran pun akan ikut lelah dan segala pekerjaan jadi terasa berat kan, Gan?

2. Lansia dengan fisik yang prima memiliki daya ingat lebih baik.

Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa lansia yang fisiknya fit ternyata punya ukuran hippocampus – bagian otak yang mengatur ingatan manusia – lebih besar dibandingkan lansia yang fisiknya kurang prima, dan memiliki daya ingat 40% lebih baik daripada lansia dengan masalah kesehatan. Dan untuk menjaga ukuran hippocampus, beberapa aktivitas seperti berolahraga secara rutin dan belajar sangat dianjurkan agar ukuran hippocampus tidak mengecil secara drastis seiring bertambahnya usia.

Jadi, yuk mulai terapkan kebiasaan sehat agar kondisi fisik selalu sehat sampai tua! Dengan begitu, Anda juga bisa tetap mandiri walaupun usia bertambah kan, Gan? Dan hal tersebut pun dapat meningkatkan kondisi mental Anda karena Anda masih bisa mengandalkan daya ingat dan percaya diri dapat melakukan berbagai aktivitas sendiri.

3. Trauma kekerasan pada anak akan memengaruhi perkembangan otaknya.

Berdasarkan studi yang dilakukan McGill University, kekerasan yang dialami seseorang pada masa kecilnya akan mengubah gen NR3C1 pada otak. Gen tersebut adalah gen yang memengaruhi kemampuan anak dalam menghadapi stres. Apabila kemampuan tersebut terganggu sejak dini, efeknya sangat panjang, bahkan sampai anak tersebut menginjak usia dewasa karena tidak sanggup menghadapi tekanan.

Dampaknya, seseorang yang mengalami trauma kekerasan pada masa kecil punya risiko lebih besar mengalami stres hingga gangguan kecemasan dan depresi, dan bahkan mencoba bunuh diri.

4. Kemarahan berdampak buruk pada kesehatan jantung.

Sering iseng menonton sinetron lokal di TV, dan menemui adegan di mana salah satu tokohnya tiba-tiba mengalami serangan jantung ketika sedang melampiaskan kemarahannya? Ternyata, hubungan antara rasa marah dengan kesehatan jantung sudah terbukti dalam penelitian, lho! Tepatnya penelitian yang dilakukan Yale University.

Meski begitu, tentu saja bukan berarti ketika seseorang marah, jantungnya langsung bermasalah. Dalam penelitian Yale University, diketahui bahwa ketika seseorang sedang marah, ada hormon yang dilepaskan oleh tubuh yang kemudian dapat memengaruhi kinerja jantung.

Oleh karena itu, jika seseorang punya kebiasaan sering tidak bisa mengontrol emosinya, terutama rasa marah, orang tersebut lebih berisiko mengalami masalah pada jantung karena tubuh pun lebih sering melepas hormon yang dapat mengganggu kerja jantung. Dengan demikian, untuk menjaga kesehatan jantung, jaga keseimbangan antara gaya hidup dan pola makan sehat dengan kemampuan untuk mengendalikan rasa marah ya, Gan!

5. Pola makan sehat dapat meningkatkan mood baik.

Rupanya, kebiasaan pola makan yang baik dan sehat tak hanya berefek pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan psikologis seseorang lho, Gan! Salah satunya adalah ketika seseorang membiasakan pola makan sehat, tubuhnya akan terasa lebih “enak” dan nyaman, yang kemudian memengaruhi mood dan rasa percaya dirinya.

Di samping itu, ada beberapa jenis makanan sehat yang memang telah terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan mood. Contohnya buah-buahan segar, sayuran berdaun hijau, makanan kaya akan omega-3 seperti tuna dan salmon, dan kacang-kacangan seperti almond. Jadi, siapa bilang makanan sehat berarti makanan yang tidak enak?



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID