7 Bangunan di Desa Air Hitam Laut Nyaris Roboh Disapu Gelombang

Penulis: Redaksi - Sabtu, 16 Januari 2021 , 11:55 WIB
Bangunan di Desa Air Hitam Laut yang terkena gelombang pasang air laut
Istimewa
Bangunan di Desa Air Hitam Laut yang terkena gelombang pasang air laut


JERNIH.ID, Muara Sabak - Sebanyak lima rumah warga dan satu bangunan pengawas perikanan serta satu bangsal di dusun nelayan RT 10 Desa Air Hitam Laut nyaris roboh disapu gelombang pasang, Sabtu (16/1/2021).

Peristiwa ini terjadi sejak hari Rabu 14 Januari 2021 hingga hari Sabtu 16 Januari 2021, gelombang pasang masih melanda kawasan pesisir Air Hitam Laut.

Alimin, warga yang rumahnya menjadi korban keganasan air laut ini menuturkan, ini merupakan peristiwa yang paling parah sejak dia tinggal disini sejak 30 tahun silam. Akibat peristiwa ini sejumlah barang keperluan rumah tangga hanyut disapu gelombang.

“Barang barang sebagian tidak bisa diselematkan, lantai rumah hancur perkakas rumah tangga semua jatuh kebawah terbawa air.

Selain itu, Agus warga yang ikut menjadi korban keganasan gelombang pasang ini mengatakan, ketinggian gelombang mencapai 3 meter dan menyapu rumah yang ada di dekat muara sungai air hitam laut yang mengakibatkan bangunan rumah menjadi condong dan nyaris roboh.

“Gelombang besar terjadi saat air pasang, hanya waktu satu jam saja rumah kami hancur,” ungkap nya.

Sementara itu kepala desa Air Hitam Laut, Abri Sandria mengatakan, musibah ini terjadi akibat pasang air laut ditambah tinggi nya intensitas hujan yang mengguyur selama 4 hari dan ditambah dengan abrasi yang terjadi di bagian tanjung muara sungai.

“Abrasi sudah menggerus bagian tanjung sejauh 100 meter, air laut tak tertahan sehingga menghantam rumah didekat lokasi abrasi,” ungkap Abri.

Akibat peristiwa ini, warga yang terdampak harus mengosongkan rumah sampai kondisi air benar benar aman. Gelombang juga turut menghancurkan jalan rigit beton sepanjang 15 meter dan merusak rumah pengawas milik dinas perikanan.

“Jalan beton didekat bangsal ikan roboh, termasuk rumah dinas milik pemerintah rusak berat. Instalasi listrik dirumah yang terdampak kami putus untuk menghindari korsleting listrik,” tutur Abri Sandria.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID