Ustadz Angga Ade Saputra JERNIH.ID, Jambi - Para ulama sebagai Waratsatul Anbiya memiliki peran yang penting dan strategis, khususnya dalam memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual berbangsa dan bernegara, juga berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, ini terlihat dari usia lembaga-lembaga pendidikan Islam, yang usianya sudah lebih dari 200 tahun jauh sebelum kemerdekaan hadir di bumi ibu pertiwi ini.
Akan tetapi sangatlah di sayangkan, banyaknya generasi muda saat ini yang menganggap tidak terlalu pentingnya mengenal sejarah, melupakan jasa-jasa perjuangan ulama-ulama terdahulu yang telah berperan penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam hingga sampai pada kita saat ini.
Karena hal tersebut lah, ustadz muda asal Tanjung Jabung Timur, Ustadz Angga Ade Saputra berupaya memperkenalkan kembali ulama-ulama khususnya ulama Jambi kepada masyarakat umum agar tidak melupakan peran besar ulama.
"Karena itu saya ingin mengatakan, tidak hanya penting jas merah yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah, tapi penting pula jas hijau, yaitu jangan sekali-kali hilangkan jasa ulama," ungkapnya, Kamis (26/5/2022).
Nama lengkapnya Angga Ade Saputra, ustadz muda asal Tanjung Jabung Timur, Jambi ini telah mengoleksi sekitar 50 kitab karya ulama Jambi. Sebagian besar karya tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan Arab melayu. Ia mengaku mengoleksi karya tersebut guna mencari barokah dan sebagai cara santri dalam menghormati ulama.
Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor ini mengaku awal mulai tertarik mengoleksi kitab-kitab karya ulama Jambi karena seringnya mendengar kitab-kitab ulama nusantara, namun sangat jarang sekali mendengar buah tangan ulama asal Jambi yang membuat ia bertekad untuk menggali lebih dalam kitab-kitab ulama Jambi. Inilah awal ia memutuskan untuk menelusuri dan mengumpulkan kitab-kitab karya ulama Jambi yang saat ini terkumpul sekitar 50 kitab.
Semenjak mulai mengumpulkan kitab-kitab buah tangan ulama Jambi sekitar 1 tahun yang lalu, ustadz muda berusia 22 tahun ini semakin hari semakin tertarik dengan penemuannya ini. Ia mengumpulkan kitab-kitab tersebut mulai dengan cara menyalin dalam bentuk hard file (cetakan) maupun soft file (dokumen) menggunakan alat seadanya kepada orang atau lembaga yang memilikinya, sebagian lain didapat dengan cara membeli dengan dana pribadi, ada pula yang didapat dari hibah kenalan atau temannya.
“Paling jauh saya membeli dari Malaysia, karena sejauh pengamatan saya banyak kitab-kitab karangan ulama Jambi yang tidak dapat lagi ditemukan di Jambi bahkan di Indonesia, namun masih diterbitkan ulang di negara luar termasuk Malaysia,” terang ustadz muda yang juga pernah nyantri di beberapa pondok pesantren diantaranya Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Pondok Pesantren HPAIC Merapi Yogyakarta, dan Pondok Pesantren Al-Mumtaza Batang ini.
Selain mengoleksi kitab-kitab ulama Jambi, ia juga aktif menuliskan biografi-biografi ulama Jambi di akun facebooknya (Angga Ade Saputra) dengan harapan masyarakat tahu betapa berharganya dan luar biasanya ulama-ulama kita dahulu dan juga agar ulama-ulama Jambi bisa lebih dikenal dikalangan masyarakat umum Indonesia bahkan dunia insyaAllah, demikian ungkap Mahasiswa STIES Al-Mujaddid dan STAI Jarinabi ini.
“Ke depannya, saya ingin punya pondok pesantren dengan kitab-kitab karya ulama Jambi yang dikaji,” pungkasnya.
MasyaAllah demikian ulasan singkat tentang Ustadz Angga Ade Saputra, semoga Allah mudahkan semua hajat dan niat baik kita hari ini dan seterusnya, Aamien yaa Arhamarraahimiin.