Bakal Calon presiden potensial, Ganjar Pranowo JERNIH.ID, Jambi - Calon presiden potensial, Ganjar Pranowo, mengakui bahwa korupsi masih merupakan masalah besar di Indonesia. Menurutnya, peningkatan kasus korupsi akan menjadi penghalang serius bagi investasi di negara ini.
Ganjar menyatakan, setidaknya ini tantangan yang perlu dibereskan, karena jika korupsi masih merajalela dan terjadi dalam berbagai sektor, maka minat orang untuk berinvestasi akan berkurang.
Lebih lanjut, Ganjar menekankan bahwa memberikan pelayanan kepada masyarakat bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian, melainkan juga untuk menerima kritik yang konstruktif. Oleh karena itu, pelayanan harus dianggap sebagai prioritas yang serius.
Ganjar berbagi pengalaman selama sepuluh tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, di mana ia selalu mengadvokasi semangat antikorupsi.
Menurutnya, semangat ini harus diterapkan mulai dari tindakan pencegahan hingga upaya penindakan.
"Sepuluh tahun saya di Jateng membawa tagline tidak korupsi itu adalah suatu nilai yang kita coba praktikan selama 10 tahun, mulai dari pendidikan pencegahannya sampai pada penindakannya dan kalau kita mau serius maka itu menjadi penyakit yang harus dibasmi," ungkap Ganjar.
Ganjar menyadari bahwa perubahan menyeluruh diperlukan untuk memastikan praktik antikorupsi benar-benar diterapkan. Ini termasuk dalam hal penataan regulasi, pembentukan lembaga yang kompeten, serta penunjukan individu yang memiliki kemampuan untuk memimpin upaya pencegahan korupsi. (*/JR2)