JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Penyakit gatal yang melanda warga di Kecamatan Nipah Panjang bahkan satu bulan terakhir. Menjadi perhatian oleh Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur
Warga di Kecamatan Nipah Panjang 1 dan 2 Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengeluh kulit gatal, merah-merah dan bengkak.
Himbauan Dinkes Tanjab Timur untuk tidak menggunakan air sungai, akan tetapi air sungai merupakan sumber air bersih utama masyarakat setempat khususnya untuk mandi.
Penyebab air sungai tercemar di Kecamatan Nipah Panjang 1 dan 2, karena wabah ulat bulu yang jatuh ke air sungai. Oleh karena itu Dinas kesehatan menghimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan air sungai dalam beraktivitas sehari hari seperti mandi dan mencuci.
Warga terpaksa masih menggunakan air sungai dan mengindahkan hinbauan Dinkes. selama ini masyarakat sekitar masih bergantung dengan menggunakan air sungai yang ter, dengan alasan tidak adanya pilihan dan alteenatif lainnya.
"Mau bagaimana lagi tiap hari kami selalau menggunakan air sungai untuk aktifitas sehari hari. Kalo mereka yang menggunakan sumber air sumur bor bisa aman,” jelas Hamdan salah satu warga sekitar.
Selain itu saat ini untuk menghilangakn rasa nyeri dan gatal akibat serangan wabah ulat bulu tersebut, dirinya menggunakan obat dan sabun yang dibeli dari apotik. Untuk bantuan medis sendiri masih belum dirasakannya.
"Kami berharap Dinas terkait dan puskesmas setempat, melakukan penyuluhan langsung dari rumah ke kerumah warga, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara merata. Mengingat saat ini sebagian warga masih berdampak dengan wabah tersebut," ungkapnya.
Selain itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Jumati mengatakan bahwa penyakit gatal-gatal yang melanda masyarakat di dua sesa pada Kecamatan Nipah Panjang merupakan wabah ulat bulu yang berasal dari pohon yang berada di Pulau Harapan, ulat bulu tersebut jatuh pada aliran sungai, dimana air sungai tersebut sebagian besar masyarakat menggunakan untuk mandi sehingga banyak yang terkena gatal-gatal tersebut. Sampai saat ini sudah sekitar 100 warga yang terkena penyakit gatal-gatal tersebut"
"Penangan yang dilakukan pihak pemerintah dan kesehatan setempat dengan memberikan obat kepada masyarakat yang terjangkit gatal-gatal, melakukan pembasmian pohon yang merupakan habitat dari ulat bulu tersebut yang berada di Pulau Harapan. Pembasmian pohon berupa pemotogan pohon dan penyemprotan pohon habitat ulat bulu tersebut," ujarnya.