Gubernur Al Haris dan Pangdam XX/TIB Kepung Titik Api: 86 Hektare Lahan Gambut Tanjabtim Diguyur Pendinginan Ekstrem

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Senin, 31 Agustus 2026 , 20:55 WIB
Gubernur Al Haris dan Pangdam XX/TIB kepung titik api
Diskominfo Provinsi Jambi
Gubernur Al Haris dan Pangdam XX/TIB kepung titik api


JERNIH.ID, MUARA SABAK - ​Gubernur Jambi Al Haris bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada mengepung titik api sekaligus memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Teluk Dawan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (31/8/2026).

​Aksi turun gunung kepala daerah bersama petinggi TNI yang didampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin serta Bupati dan Wakil Bupati Tanjabtim ini dilakukan untuk memastikan proses pemadaman serta pendinginan ekstrem pada sekitar 86 hektare lahan gambut yang meliputi wilayah Teluk Dawan, Londerang, Manis Mato dan sekitarnya berjalan maksimal tanpa ada bara api tersisa.

​Meskipun titik api aktif sudah tidak ditemukan di lokasi, tim gabungan tetap menggenjot proses pendinginan secara intensif karena kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik, dengan petugas menargetkan proses pendinginan dapat dituntaskan secepatnya.

​Al Haris menegaskan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan strategi khusus mengingat karakter apinya yang kerap menjalar di dalam tanah dan bisa timbul lagi meskipun permukaan lahan tampak basah.

"Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati. Tidak. Api terus menjalar, bahkan ketika asapnya hilang, begitu kering bisa timbul lagi. Karena itu, proses pemadaman harus dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam," ujar Gubernur Al Haris.

​Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga pihak perusahaan WKS mengerahkan berbagai metode taktis di lapangan, mulai dari menyekat jalur titik api hingga membangun intake di Sungai Batanghari demi mencukupi kebutuhan air.

"Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja, mulai dari menyekat titik api sampai membangun intake di Sungai Batanghari," kata Al Haris.

​Ia juga mengapresiasi kerja bersama lintas lembaga yang melibatkan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga pihak perusahaan WKS dalam mengawal agar api tidak meluas.

"Ini gabungan dari teman-teman TNI-Polri. Hari ini langsung Pak Pangdam turun ke lapangan bersama kami, ada Pak Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian juga dari WKS yang aktif memantau dan mengawal agar api tidak meluas," tuturnya.

​Kolaborasi lintas sektor ini dinilai Al Haris sebagai contoh nyata kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. "Inilah contoh kita kolaborasi, kebersamaan di lapangan. Kalau kita cuek saja, tidak bisa. Ini rasa memiliki kita punya, kebersamaan kita ada," tegasnya.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID