Hadiri Rakor Pendamping Desa, Al Haris: Dumisake Penguatan Pembangunan di Desa

Al Haris saat hadiri Rakor Pendamping Desa
Istimewa
Al Haris saat hadiri Rakor Pendamping Desa
Pernulis: Upro | Editor: Muhammad Syafe'i

JERNIH.ID, Merangin - Bupati Merangin Al Haris, Selasa (15/9/2020) pagi menghadiri rakor Pendamping Desa se Kabupaten Merangin, di Aula Bappeda Merangin.

Dalam sambutannya Bupati Merangin dua periode ini menyinggung keterkaitan program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) dengan kegiatan pembangunan yang sudah berjalan di desa.

"Jadi disini saya bukan bicara politik. Terkait dengan Dumisake kedepan kenapa penting, karena untuk penguatan pembangunan di desa yang sudah dilakukan, yang sudah berjalan," ujar Al Haris.

Dikatakan Al Haris yang juga maju sebagai Calon Gubernur Jambi ini, konsep Dumisake berbeda dengan Samisake program Gubernur sebelumnya.

Menurutnya, Dumisake untuk desa. Jika sebelumnya Samisake dikelola penuh oleh pemerintah kecamatan, namun beda dengan kegiatan Dumisake akan dikelola sendiri oleh pemerintah desa.

"Dumisake kita ubah pola dari Samisake. Dumisake kedepan konsepnya kegiatannya diajukan sendiri oleh Pemdes sesuai dengan apa kebutuhan masing-masing desa," sebut Al Haris.

Contoh kata Al Haris, ada desa yang tidak butuh bedah rumah, tapi butuh bibit ikan, bibit ternak misalnya dan kebutuhan lain. Setiap desa tidak sama, jadi menyesuaikan dengan apa kebutuhan desa.

"Jadi tidak semerta-merta memaksakan program yang sama di seluruh daerah, tapi menyesuaikan," sebutnya lagi.

Al Hariskan tegaskan jika Program Dumisake terwujud, ada sekitar Dua ratusan miliar anggaran Dumisake yang akan dikucurkan ke desa untuk seluruh desa se-Provinsi Jambi dalam satu tahun.

Al Haris menambahkan, peran tenaga Pendamping Desa akan lebih dituntut untuk berperan menguatkan desa, lewat program-program pemerintah di setiap desanya.

‘’Kesungguhan teman-teman pendamping desa sungguh luar biasa dalam percepatan pembangunan desa. Pendamping desa nanti akan menjadi ujung tombak program Dumisake,’’ tegasnya lagi.

Tenaga Profesional Pendamping desa pinta Al Haris, nanti bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah, sehingga berbagai permasalahan yang terjadi di desa bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat.

‘’Kedepan perlu adanya pertemuan antara perangkat desa dengan tenaga profesional pendamping desa, untuk membentuk program-program di desa, dengan melibatkan interpensi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD),’’ pintanya.

Diharapkan Al Haris dengan melibatkan semua unsur Pemerintahan dan tenaga pendamping desa itu, semua permasalahan dan kegiatan untuk percepatan serta penguatan desa bisa diselesaikan dengan baik, sempurna dan cepat.