Menebak Arah Politik Dilla Hich-Sapril

Sapril (kiri), Abdullah Hich dan Dilla Hich
Istimewa
Sapril (kiri), Abdullah Hich dan Dilla Hich
Penulis: Redaksi

JERNIH.ID, Muara Sabak - Mantan cabup Tanjung Jabung Timur 2016-2021 Hj Dillah Hikmah Sari dipastikan kembali maju di Pilkada 2024. Putri Abdullah Hich, bupati dua periode Tanjabtim itu saat ini gencar bersosialisasi di tengah masyarakat. Terakhir, Rabu, 16 Juni 2021 Dilla Hich berkunjung ke Nipah Panjang menghadiri undangan salah seorang warga.

Di kecamatan ini, Dilla yang datang bersama ayahnya juga didapuk meletakkan batu pertama pondok pesantren Al Ikhlas di Kelurahan Nipahpanjang II. “Kegiatannya ramai, dihadiri para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.” kata Ustadz Helly, pimpinan pondok.

Dilla yang datang sejak pagi memang menyempatkan diri memenuhi undangan sejumlah warga. Dilla bukanlah sosok baru bagi warga di sana. Apalagi ayahnya sangat dekat dengan masyarakat ketika memimpin dahulu. Usai peletakan batu pertama, Dilla juga mendatangi sejumlah tokoh masyarakat sekedar bersilaturrahmi dan bersosialisasi.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilaturrahmi dengan orang - orang tua dan rekan - rekan pemuda di sini, semoga silaturrahmi ini terus terjalin baik,” ucap Dilla sesaat sebelum kembali ke Muarasabak.

Lalu apakah gencarnya Dilla berkunjung ke masyarakat ini pertanda ia kembali akan mencalonkan diri sebagai bupati Tanjabtim periode berikutnya?. “Masih terlalu dini bicara arah politik, kita lihat bagaimana nanti, yang jelas kami ingin merajut kembali kebersamaan dengan masyarakat,” jawabnya.

Menariknya, dalam kegiatan di Nipahpanjang hari ini terlihat pula Sapril Sekda Tanjabtim. Dalam sebuah momen terlihat Abdullah Hich merangkul Sapril dan Dilla sekaligus. Tampak Sapril di sisi kanan Hich sedangkan Dilla di sisi kiri.

Sapril diketahui juga cukup sering turun ke kecamatan dan desa dalam kapasitasnya sebagai Sekda. Namun sulit untuk dihindari banyak yang menduga Sapril juga bersiap menjajal Pilkada Tanjabtim 2024 nanti. Sapril sendiri selama ini diketahui cukup dekat dengan keluarga besar Hich. Selama dua periode kepemimpinan Hich, Sapril selalu berada di posisi strategis. Terakhir di akhir masa jabatan Hich, Sapril adalah kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah. “Sapril itu anak saya,” ucap Hich.

Jika benar Dilla dan Sapril akan maju di Pilbup Tanjabtim 2024, bagaimana irisan dukungan bagi keduanya ?. Pemerhati kebijakan publik dan politik, Suprayitno, menduga tidak mungkin keduanya akan bertarung dalam satu panggung. Sedangkan jika dipasangkan pun nyaris mustahil mengingat keterwakilan etnis. “Dilla dan Sapril itu sesama Melayu, biasanya harus kombinasi Bugis atau Jawa,” ucap jebolan ilmu pemerintahan dan politik Nurdin Hamzah ini.

Selain itu, masa pendukung Dilla dan Sapril dipastikan saling beririsan. Malah menurut Suprayitno, yang akan menarik justru dukungan Romi Hariyanto, bupati Tanjabtim saat ini. Dukungan Romi, menurut Suprayitno cukup menentukan siapa yang akan memenangkan Pilkada Tanjabtim 2024.
“Persoalannya, arah Romi ini yang belum jelas. Di berbagai kesempatan Romi kukuh dengan pertimbangan hasil survey nantinya. Bisa jadi itu bahasa politik meski sebenarnya beliau sudah punya arah. Tapi sebagai orang ‘terjepit’ tentu bahasa normatif demikian sah-sah saja, bagaimanapun Sapril masih stafnya, sedangkan Dilla adalah adiknya,” lanjut Suprayitno.

Namun imbuhnya, sejauh ini dukungan Romi dipastikan ke Dilla atau Sapril. H Robby yang notabene Wabupnya saat ini sulit untuk mendapatkan dukungan Romi pasca Musda PAN lalu. “Kecuali jika nanti Romi mengijinkan istri atau anak sulungnya ikut maju, peta politik akan berubah,” Suprayitno menjelaskan. Sejauh ini sulit memastikan siapa yang paling direstui Romi.

Terkait partai pengusung, Suprayitno menduga dominasi PAN saat ini belum tentu berlanjut. Pasalnya perahu untuk Pilbup 2024 nanti mengacu pada hasil pileg yang dilaksanakan sebelum Pilbup.

“Tapi melihat komposisi sementara saya menduga Pilkada nanti biso diikuti tiga pasangan calon. Jika benar, makan Pilbup nanti lebih seru dari Pilkada sebelumnya, butuh kematangan strategi tim, soliditas dukungan dan kekuatan jaringan di samping kemapanan logistik. Dan jangan lupa, dukungan Romi cukup menentukan, dia yang punya jaringan dan sejauh ini loyalitas jaringannya cukup teruji sebagaimana kita lihat pada Pilbup Desember lalu,” tutup Suprayitno.(*)