Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono dan Ketua SMSI Jambi, Mukhtadi Putranusa JERNIH.ID, Jambi - Jelang pelaksanaan Pemilu 2024, Kapolda Jambi Irjan Pol Rusdi Hartono menggelar silaturahmi dan diskusi bersama awak media di Rumah Kebangsaan Polda Jambi, Kamis (23/11/2023).
Kapolda Jambi, Irjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, pesta demokrasi mulai bergerak, kontestasi mulai panas. Ia berharap di Jambi pesta demokrasi ini berjalan sejuk dan dingin.
"Kalau kita cermati, pesta demokrasi panasnya di media maya, di dunia nyata belum. Semua diawali dari dunia maya dan akan berdampak ke kehidupan sehari-hari," kata Kapolda Jambi.
"Dunia maya memang susah dicegah, kami tetap buat hal positif. Mari bijak gunakan medsos, agar medsos jadi positif dan membangun bangsa ke arah positif. Polri terus berusaha itu dilakukan semua lini," tambahnya.
Ia kembali mengeskan, Polri tak boleh berkhianat sesuai Undang-Undang kepolisian, netral dan tidak ikut politik praktis.
"Ini komitmen, netral harus dijaga, kalau tidak suasana bisa keruh. NKRI harga mati, apapun anak bangsa harus menjaga NKRI.
Alam demokrasi berbeda itu tidak haram, dan boleh, perbedaan itu harus diterima sebagai anak bangsa," ujarnya.
"Polri tetap netral, dan sudah saya tekankan ke anggota. Kalau ada anggota tidak netral lapor dan beri bukti pasti akan dikoreksi untuk perbaikan, kami sudah diberi petunjuk pimpinan untuk netral," tegasnya.
Kegiatan yang sedang berjalan, dipahaminya peran media itu penting, sebagai bagian pilar demokrasi. Sebagai anak bangsa dikatannya, NKRI harus tetap diusung dan berdiri sesuai tugas dan fungsinya.
"Mari kita kawal sama-sama pesta demokrasi dengan aman, damai dan bermartabat, khususnya di Jambi sesuai harapan kita bersama. Saya yakin media punya andil besar utk mengawal pesta demokrasi," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Jambi, Mukhtadi Putranusa menginginkan agar Pemilu ini berjalan aman dan damai.
"Kami (SMSI, red) sudah beberapa kali mengadakan diskusi soal Pemilu, kami juga komitmen untuk menghindari berita hoaks. Insya Allah dan sepakat ke masyarakat dan petugas keamanan, ini yang kami hindari bersama. Pemimpin atau wakil kita boleh berganti, NKRI harga mati," ujarnya.(JR2)