JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Ada empat karakter manusia terkait perihal rezeki, yakni: Tamak, Kikir, Hemat dan Sedekah. Dengan tamak, orang akan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan segala cara.
Dengan kikir orang akan memproteksi semua hartanya dan tidak mau berbagi. Dengan hemat orang akan mengelola rezekinya, agar maslahat bagi kehidupan, dalam hal ini (ada yang mau berbagi ada yg tidak). Dengan sedekah orang berbagi secara ikhlas untuk sesama.
Mengapa manusia bisa kikir?, karena dia merasa rezeki yang diperoleh adalah wujud usahanya sendiri, jerih payah sendiri, hasil keringatnya sendiri, tanpa ada keterlibatan pihak lain.
Padahal dalam tiap rezeki ada campur tangan orang lain, dengan doa, dengan tenaga, dengan pemikiran, dan dengan harapan-harapan, dan yang pasti ada campur tangan Tuhan, sang pemilik otoritas semua kehidupan dan kematian.
Karena itu mengapa kita harus kikir?, toh bila saatnya tiba semua materi dunia pasti musnah, bahkan kita sekalipun juga berpisah dengan dunia dan dengan semua yang kita cintai. Oleh karenanya Allah sangat suka kita saling berbagi dengan bersedekah.
Semua makhluk, rezekinya sudah dijamin Allah, apapun dan siapapun dia. Oleh karenanya jika kita mau memahami hakikat rezeki, maka pastilah tiap orang akan jauh dari kikir (bakhil), dan tentu akan sangat mudah berbagi kepada semua makhluk.
Mengingat mulianya berbagi dengan sedeqah, maka Allah meminta kita senantiasa berbagi dengan sesama, baik dalam suasana lapang atau susah, sebagai wujud syukur atas nikmat rezeki dan iman.
Kata Rasulullah, dengan sedekah, Allah suburkan rezeki kita, Allah sehatkan kita, Allah panjangkan umur kita, bahkan Allah rubah takdir kita. Dengan kikir Allah batasi rezeki kita, dengan Riba Allah hancurkan rezeki kita. Semoga ikhlas berbagi.