Najwa Shihab JERNIH.ID, Jakarta - Belakangan muncul sederet peristiwa stigmatisasi antara satu sama lain dari kita sendiri di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini. Mulai dari aksi pengusiran terhadap tenaga kesehatan, hingga mobil ambulans pengantar jenazah pasien COVID-19 yang diblokade hingga dilempari batu.
Itulah kata-kata awal yang dikatakan Najwa Shihab dalam video yang ditayangkan di chanel YouTube Najwa Shihab berjudul 'Melawan Stigma Corona'.
Ia juga mengatakan di satu sisi, kasus-kasus ini menunjukan kesadaran dan kewaspadaan pada virus COVID-19 mulai terbentuk. Namun, upaya menjaga jarak ini jangan kebablasan. Jaga jarak bukan berarti kita bebas mengusir orang atau menolak jenazah.
“Perawat-perawat itu misalnya, mereka pahlawan kita sekarang. Mereka bertaruh nyawa dengan merawat pasien-pasien dengan peralatan seadanya, ketika kita atau keluarga kita yang sakit yang merawat adalah mereka. Jaga jarak dengan perawat itu wajar, tapi sampai mengusir mereka itu sudah keterlaluan,” tulisnya.
Pasien PDP atau ODP adalah korban, bantu mereka mengisolasi diri di rumahnya masing-masing. Bahkan kita perlu mensupport kebutuhan mereka agar mereka tidak keluar rumah, karena kalau mereka keluar rumah tentunya membahayakan bagi yang lain.
“Sama juga seperti jenazah, selama mereka terkait corona pihak Rumah Sakit sudah punya protokol dan SOP standar penanganan jenazah. Selain di kafani sesuai ajaran agama masing-masing, mereka juga di bungkus secara khusus. Sama sekali tidak masalah di kuburkan dimanapun, karen ketika sudah di kubur mereka tidak akan menyebarkan virus,” kata Najwa.
Pasien positif Covid-19 yang akhirnya meninggal saat mereka sakit tidak boleh dijenguk keluarganya, proses pemakaman dilakukan dengan cara tertentu dan yang menghadirinya juga terbatas.
“Masa tega saat keluarga hendak mendoakan di pemakaman diperlakukan seperti itu, jadi kalau kita mengucillkan, mengahkimi dan mengstigmatisasi korban corona jelas berbahaya, karena membuat siapapun yang mengalami gelajal enggan melapor dan memeriksakan diri. Jika mereka enggan melapor,” katanya.
Ingat jargon lama “jauhi penyakitnya, bukan orangnya”. Seharusnya ini jadi pegangan kita.
Wabah ini diprediksi masih akan berlangsung panjang. Guncangan-guncangan sosial juga akan terjadi. Inilah saatnya untuk memperkuat solidaritas.
“Jarak fisik memang harus direnggangkan, tapi ikatan sosial justru harus dirapatkan. Kita tidak bisa sendirian mengatasi wabah ini. Hari ini, soliter seharusnya solider. Jaga jarak dengan penyakit, bukan dengan kemanusiaan,” tutupnya.
Berikut video lengkap Najwa Shihab: