Penyebar Identitas Pasien Corona Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumannya

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra
Humas Polri
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra
Pernulis: Redaksi

JERNIH.ID, Jakarta – Setiap orang yang menyebarkan identitas pasien positif virus corona (Covid-19) di ruang publik diingatkan Polri bisa diancam hukuman pidana.

"Persoalan membuka identitas seseorang pada ruang publik yang tidak berdasarkan izin dari yang bersangkutan, tentunya ini berpotensi melanggar hukum. Oleh karenanya, perundang-undangan sudah mengatur tentang ini semua," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Baca juga: Polri: Pembubaran Kerumunan Massa Kedepankan Upaya Persuasif dan Humanis

Asep menjelaskan hal itu diatur dalam UU Nomor 44 Tahun 2019 tentang Rumah Sakit dan UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam UU itu, setiap orang yang menyebarkan informasi soal data pasien bisa dipenjara 2 tahun dan denda Rp 10 juta.

Penyebaran informasi data seseorang juga diatur dalam UU ITE. Ancaman dalam UU ITE bahkan lebih berat, yakni 4 tahun penjara.

Baca juga: Kapolri Keluarkan Maklumat Larang Warga Berkumpul Hingga Jangan Timbun Sembako

"Hal itu diatur dalam Undang-Undang ITE, khususnya Pasal 26 dan 28 b. Sama esensinya, bahwa orang tidak boleh sembarangan membeberkan data pribadi ke publik tanpa izin. Kalau terbukti dapat terancam hukuman 4 tahun penjara atau denda Rp 750 juta," ujar Asep.

Sumber: Detik