Rindu Sejati

Penulis: - Senin, 11 Juni 2018 , 03:55 WIB


JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Rindu adalah keinginan puncak untuk bertemu sesuatu atau seseorang yang didambakan. Rindu muncul karena adanya rasa cinta dan kasih sayang yang terukir di dada secara mendalam.

Rindu tumbuh karena ada kesamaan kepentingan, sama keinginan ada kesamaan cita-cita yang ingin diwujudkan, rindu muncul karena seseorang sesuai dengan kebutuhan atau standar yang diharapkan.

Mengapa orang bercinta saling merindu, karena dalam cinta ada kebutuhan yang sama sehingga, seorang akan selalu haus seperti ingin minum dalam kerinduan, orang selalu lapar dan ingin memenuhi kebutuhan makannya.

Al-Qur'an memberikan konsep tentang rindu dengan kata "Asyaddu Huban" benar-benar rindu atau puncak kerinduan. Kepada siapa puncak kerinduan itu, tentu kepada Allah "Asayaddu Hubbalillah", karena rindu yang kita miliki terhadap makhluk, hanyalah setitik rindu yang merupakan tautan cinta dua hati anak manusia, sebagai anugerah Allah.

Jadi sesungguhnya tidak pernah ada rindu kalau tanpa cinta, tidak ada cinta tanpa kerinduan, hanya Allah pemilik rindu sejati kepada makhluknya, sedangkan kita sedikit sekali rindu dengan sang Khalik. Buktinya sedikit sekali kita patuhi, kita taati dan kita ikuti keinginan dan perintahnya. Kebanyakan kita lebih banyak zalim kepada diri dan kepada Allah.

Allah titip pula rindu kita itu kepada sang rahmat bagi semesta alam yakni Rasulullah SAW. Siapa yang rindu akan rasulullah maka dia bersalawat di sepanjang hayatnya, selain dalam shalat juga dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, menyebut namanya sebagai ungkapan rindu kita. Sebagai ungkapan rindu sejati dan cinta Rasul, tentu kita juga mengikuti beliau sebagai uswatun hasanah dalam kehidupan.

Dengan bershalawat, Rasulullah akan berkati dan safaati kita kelak, saat tak ada satupun yang bisa memberi pertolongan di yaumil akhir saat kita dihisab.

Demikian besar nikmat rindu dan cinta yang telah diberikan kepada kita, tetapi justru kita yang banyak salah dalam menggunakannya. kita habiskan hari-hari kita dengan cinta dan rindu kepada makhluk dunia, padahal semuanya fana dan menjauhkan kita dengan Allah dan rasulNya. Kita habiskan sisa-sisa hidup kita sebagai budak harta, tahta dan wanita, padahal semuanya hanya menciderai kita di dunia dan menciderai kita di akhirat sana.

Rindu dan cinta sejati membawa kita bahagia dunia akhirat, rindu sejati hanya kepada Allah dan RasulNya, para perindu dan pecinta sejati juga dirindukan oleh surgaNya Allah. Rasulullah katakan, 4 syarat orang yang dirindu dan dicintai surga Allah: Ahli puasa Ramadhan dan sunat, ahli Qur'an, ahli penjaga lisan dan ahli pemurah & pemudah kepada sesama.

Semoga Ramadhan membuka kran aliran rindu sejati dan cinta sejati kita, yang tak goyah oleh terpaan dan hantaman sunami dunia, semoga kita bisa tangguh dalam badai asmara yang melenakan dalam pesona dunia. Semoga takwa senantiasa bermukim di dada, sebagai wujud capainya tujuan puasa Ramadhan kita. Aamiin.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID