Sedekah vs Zakat

Penulis: - Rabu, 13 Juni 2018 , 12:34 WIB


JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Sedeqah adalah proses mengeluarkan sebagian harta kita, yang kita peroleh melalui kerja, usaha dan atau berbagai materi maupun benda diam atau bergerak yang kita miliki.

Posisi sedeqah berada satu level di bawah zakat. Kalau zakat menjadi kewajiban individu mengeluarkannya atas sebagian harta, materi atau benda, jika telah cukup haul (masa setahun) dan nishab (jumlahnya minimal seharga 85 gram emas).

Jika materi atau barang yang akan dizakatkan sifatnya tetap dan tidak berubah, maka ada pendapat yang membolehkan dikeluarkan tiap bulan, yang disepakati senilai 2,5%. Manakala jumlahnya tidak cukup maka, dia tetap kita keluarkan dalam bentuk sedeqah.

Berbeda dengan zakat fitrah, dia menjadi kewajiban khusus yang timbul saat bulan suci Ramadhan. Bagi tiap orang, harus mengeluarkan sebagian dari apa yang kita makan, sejumlah 2,5 kg per orang, atau dengan uang senilai beras yang kita keluarkan.

Pada masa rasulullah banyak sekali umat yang kaya, berpunya dan berada tidak mau berzakat, sehingga Allah paksa mereka agar berzakat. maka keluar perintah Allah dalam QS. At-Taubah ayat 103."ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

Hakikat zakat dan sedeqah atau sejenisnya adalah cara Allah menyadarkan kita secara spiritual bahwa ada dimensi Allah dalam diri kita melalui perantara manusia lainnya.

Apa yg kita peroleh dari rezeki, usaha dan pekerjaan, bukanlah semata karena tangan kita, bukan saja karena usaha kita dan bukan hanya karena doa-doa kita, tapi ada campur tangan manusia lain yang menjadi daya dorong dan dongkrak yang memicu kita menuju sukses puncak.

Maka tatkala Allah memaksa kita sang pembangkang zakat, tidak mau bersedekah, sebenarnya itu adalah tindakan Allah cinta dengan makhluknya, agar hidup bersama Allah, dengan segala kebersihan jiwa dan raga, harta benda dan semua materi dunia, sebagai nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua.

Kalau difahami lebih dalam betapa sedeqah sangat memberi nilai tambah pada pelakunya, dalam sebuah Hadis Rasulullah mengatakan, dengan sedeqah rezeki akan bertambah, dengan sedekah, kita akan sehat, dengan sedekah kita akan panjang umur, dengan sedekah dapat merubah takdir. Allah sangat cinta sedekah dan sedekah membikin kita subur dan makmur, Allah sangat benci riba, dan menghancurkan semua praktek dan perilaku riba manusia.

Semoga berakhirnya Ramadhan, semua kita menjadi ahli zakat, ahli sedeqah, ahli berinfak dan ahli berwakaf. Sebagai pendorong kesejahteraan saudara kita lainnya. Dengan zakat dan sedeqah kita bebaskan kemiskinan dan keterbelakangan saudara kita, agar semua makhluk Allah mendapat berkahNya, melalui tangan-tangan mulia kita. Aamiin.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID