Ilustrasi Pukulan yang diberikan pandemi COVID-19 yang disebabkan virus corona, membuat masyarakat global gelisah, takut, dan cemas. Alasannya jelas, meski banyak korban yang telah sembuh, tetapi virus ini menyebar sangat cepat.
Rasa gelisah hingga cemas inilah yang bisa memicu permasalahan baru, yaitu stres. Ketakutan dan kecemasan tentang suatu penyakit dapat menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak.
Lantas, bagaimana sih cara mengatasi stres di tengah pandemi virus corona? Nah, berikut upaya yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari stres yang disebabkan akibat virus corona.
Berita mengenai perkembangan virus corona beredar tiap harinya, bahkan terkadang dalam hitungan jam. Beberapa berita atau informasi aktual dan terpercaya, sehingga sangat membantu untuk menghadapi pandemi COVID-19. Namun, tak sedikit pula informasi hoaks yang menyebar di masyarakat.
Dari berita ke media sosial, banyak informasi yang beredar tentang coronavirus baru. Beberapa benar, tetapi banyak di antaranya mungkin salah informasi atau hanya sebagian yang benar, terutama karena informasi berubah dengan cepat.
Ada saran dari Joseph McGuire, Ph.D., M.A. psikolog anak dari Johns Hopkins Medicine, Amerika Serikat (AS) mengenai hal ini. Katanya, untuk menghindari diri dari kegelisahan atau stres akibat berita atau informasi hoaks dan negatif, gunakanlah sumber-sumber yang bisa dipercaya.
Untuk warga AS, ia merekomendasikan situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Nah, di Indonesia kita bisa menggunakan sumber-sumber serupa. Misalnya, situs resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, covid19.go.id), atau pula informasi dari WHO.
Nah, dari Kemkes, BNPB, atau pula WHO, kita bisa mendapatkan informasi ilmiah dan terkini mengenai virus corona. "Pengetahuan dan persiapan dapat membantu mengurangi perasaan panik," kata McGuire.
Melalui informasi yang akurat dan sumber yang terpercaya, kita bisa membuat rencana kedepan dalam menghadapi ancaman virus corona.
Anak-anak mungkin merasa takut atau cemas akibat kegaduhan yang disebabkan oleh virus corona. Nah, ibu semestinya harus merangkul dan mengedukasi anak mengenai virus corona yang membuat dirinya merasa khawatir. Bagaimana caranya?
Jika terdapat anggota keluarga yang sakit dengan gejala COVID-19 atau penyakit lainnya, mungkin anak akan sulit untuk memahaminya. Nah, di sinilah ibu harus memiliki rencana yang tepat untuk meminimalkan kekhawatiran mereka.
Ingat, stres bisa menekan sistem kekebalan tubuh. Padahal, kita membutuhkan sistem imun yang prima untuk menghadapi virus-virus nakal, termasuk virus corona. Oleh karena itu, ambilah langkah-langkah yang tepat dan sehat untuk mengelola stres.
Salah satu cara untuk mengurangi kekhawatiran bisa melalui teknik pernapasan atau mindfulness. Menurut Mcguire, teknik ini bisa membantu mengurangi stres selama masa-masa sulit. Kamu bisa melakukan teknik ini dengan duduk diam dan fokus pada pernapasan dan indera tubuh.
Ada pula cara lain untuk mengelola stres di tengah pandemi COVID-19. Cobalah batasi waktu menggunakan smartphones atau mengakses media massa. Meski media massa memberikan informasi terkini, tetapi terlalu banyak menerima paparan informasi juga bisa menimbulkan masalah.
“Menetapkan batasan dapat mencegah perasaan khawatir. Penting untuk tidak membiarkan rasa takut mengendalikan hidupmu." jelas Mcguire.
Selain tiga hal di atas, cobalah ungkapkan perasaanmu pada orang-orang yang kamu percaya. Ceritakan perasaan khawatir mengenai virus corona yang kamu rasakan kepada mereka. Selain orang-orang terdekat, kamu juga bisa kok bercerita kepada psikolog dan meminta saran terbaik darinya.
Pada dasarnya, tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap situasi yang membuatnya stres. Bagaimana kita merespon pandemi COVID-19, bergantung dari latar belakang diri kita. Hal yang perlu diketahui, ada beberapa orang yang mungkin merespon rasa stres atau khawatir lebih kuat terhadap pandemi ini, yaitu:
Nah, pertanyaannya, seperti apa tanda-tanda stres gara-gara virus corona? Nah, gejalanya bisa berupa:
Yuk, lindungi diri, keluarga, teman-teman dari tekanan atau stres akibat virus corona.
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadil
Sumber: Hallodoc