IMSG Kecewa Atas Pernyataan Kadis Sosial Muaro Jambi Terkait Dana Bantuan Covid-19

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Syafe'i - Senin, 08 Juni 2020 , 20:22 WIB
Ketua Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG), Muhammad Muhlisin Yusuf
Istimewa
Ketua Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG), Muhammad Muhlisin Yusuf


JERNIH.ID, Muaro Jambi - Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam (IMSG) mempertanyakan statement Kepala Dinas Sosial Muaro Jambi yang lalu, ada beberapa point yang di sampaikannya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam, Muhammad Muhlisin Yusuf menjelaskan poin pertama yakni dominan masyarakat Sungai Gelam sektor kebun sawit dan karet, poin kedua yakni pendataan usulan dari kecamatan yang pendataanya langsung dari desa dan poin ketiga yaitu hitung-hitungan Kepala Dinas Sosial Muaro Jambi yang bilang Kecamatan Sungai Gelam penerima bantuan terbesar.

"Di poin pertama mungkin ada benar tetapi Kepala Dinas harus tau kebanyakan masyarakat itu sebagai kuli dodos dan kuli potong, saat Corona ini semua harga turun, dan juga masyarakat Sungai Gelam di wilayah kebun IX sebagai pengrajin batu bata," kata Muhlisin.

"Seharusnya Dinas Sosial lebih jeli lagi, jika hari ini dikaitkan dengan populasi penduduk yang mayoritas karet dan sawit, itu tidak bisa menjadi tolak ukur ataupun indikator dalam hal pendataan Karena semuanya terdampak dari Covid-19," tambahnya.

Lalu, pada poin kedua dirinya menyampaikan mahasiswa telah melakukan pendataan dengan metode 'bottom up' dengan mengambil sempel dua desa, yaitu Desa Parit mengirim data 52 data yang turun 21 data dan Desa Sungai Gelam yang mengirim 260 data tetapi yang turun tidak sampai separuh dari data, yakni dengan jumlah 101.

Sedangkan itu data yang riil dan telah melalui musdes dan pihak kecamatan mengirim seluruh data sebanyak 1547 KK tetapi yang keluar yakni 637 KK, apakah data tersebut di 'sunat' ?. Dan poin ketiga menurut data dari Dinas Sosial Kecamatan Sungai Gelam mendapatkan bantuan dari Kemensos Provinsi 1800 bantuan dan bantuan dari APBD 637 jika digabungkan itu jumlah nya sebesar 2.437 bantuan.

"Bagaimana bisa 2.437 lebih banyak dari 4000 seperti yang disampaikan kadis dinas sosial, dan 4000 itu baru dari APBD belum di tambah dari Kemensos dan Provinsi," ucap Muhlisin.

"Dan mahasiswa sangat kecewa atas kenerja dari Kepala Dinas Sosial Muaro Jambi, yang sangat tidak objektif dan terlihat pilih kasih," tutupnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID