Warga Desa Tanjung Lamin saat blokir PT KDA JERNIH.ID, Merangin - Ketidakpuasan warga Desa Tanjung Lamin, diluapkan dengan aksi unjuk rasa. Kali ini dipicu penerimaan karyawan di PT KDA (Krisna Duta Agroindo) Langling yang tidak sesuai harapan warga sekitar pabrik pengelolaan sawit.
Aksi puluhan warga itu dikawal ketat pihak Polres Merangin, Kamis (13/2) pukul 07.30 hingga 11.00 WIB. Unjuk rasa warga Desa Tanjung Lamingl, Kecamatan Pamenang Barat ini dilakukan di halaman pabrik sawit PT SBW yang terletak di Desa Langling, Kecamatan Bangko dikoordinir oleh M. Isa (LSM PDB Merangin), diikuti 20 massa.
Para pendemo meminta dibukanya kembali penerimaan karyawan untuk warga Desa Tanjung Lamin. Mereka mengaku selama ini tidak diakomodir dan lebih mengutamakan warga dari wilayah lain.
“Jadi Perwakilan warga Desa Tanjung Lamin ini, menuntut untuk mendapat kerja di PT. KDA ini, mereka tidak menuntut harus jadi manajer atau asisten, jika perlu hari ini mereka siap bekerja dengan membawa arit dan semprot (tukang kebun), yang penting mereka bisa makanlah intinya” terang M. Isa.
Setelah melakukan orasi, puluhan warga Desa Tanjung Lamin ditengahi oleh Kasat Intel Polres Merangin Iptu Tumpal Sinaga. Kemudian dilakukan dialog demi dicapainya kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dan massa aksi, selanjutnya guna meredam emosi massa yang masih memblokir gerbang pabrik untuk dibuka.
Mereka yang melakukan dialog, warga Tanjung Lamin diwakili M. Isa dan Alex Bin Asori. Sementara PT KDA diwakili M. Nasir dan Ucok.
Setelah dilakukan dialog, pihak perusahaan menyampaikan, bahwa penerimaan karyawan di PT KDA tidak dapat dilakukan sekaligus apalagi dalam waktu dekat, selain itu, jumlah karyawan PT. KDA sudah maksimal. Namun pihak manajemen perusahaan akan menyampaikan pengumuman secara terbuka untuk penerimaan karyawan selanjutnya dengan batas waktu yang tidak ditentukan melalui kepala desa setempat.
Mendengar pernyataan manajemen perusahaan tersebut, massa aksi terlihat kurang puas dan berencana akan unjuk rasa dilokasi yang sama. Dan untuk sementara bersedia membubarkan diri dan membuka pintu gerbang yang telah diblokir.