Tiang jembatan WFC yang patah ditabrak kapal JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Salah satu tiang pondasi Watter Fron City (WFC) yang sekarang bernama jembatan Titian Orang Kayo Mustika Rajo Alam yang di hantam KM. Serba Guna 1 yang bermuatan kelapa hingga kini belum juga diperbaiki.Bahkan pemilik kapal mangkir saat rapat dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Agus Sanusi mengatakan pasca kejadian kapal milik Engli yang menabrak salah satu tiang WFC tersebut sudah di gelar satu kali pertemuan. Saat itu, pihak kapal bersedia memperbaikinya. Namun, rapat kedua yang dilaksanakan awal maret 2022 lalu, pihak pemilik kapal tidak memenuhi panggilan rapat alias mangkir.
"Kami ngundang lagi rapat ketiga selasa (15/3) besok, karena rapat kemarin mereka (Pemilik kapal Engli, red) tidak datang, katanya ada urusan di Kota Jambi," kata Sekda Agus Sanusi, Senin (14/03/2022).
Lebih lanjut, Sekda Agus menerangkan untuk biaya ganti rugi perbaikan satu tiang jembatan WFC itu diprediksi sebesar Rp. 144 Juta dan sepenuhnya perbaikan itu dibiayai oleh pemilik kapal.
"Untuk perbaikan itu mereka semua yang ngerjakan, jadi pihak PU hanya mengawasi kerja mereka saja. Memang diprediksi oleh PU nilai perbaikan nya sebesar Rp. 144 juta," terangnya.
Saat ditanya jika hingga minggu depan pihak pemilik kapal tak kunjung bertanggungjawab memperbaiki kerusakan tersebut, Sekda Agus menegaskan, akan mengambil langkah lain.
"Nah jika rapat ketiga ini mereka tidak hadir, kita ambil langkah tegas nantinya karena kesepakatannya sebelum bulan puasa sudah harus selesai, makanya kita tunggu pas rapat besok," tegasnya.
Sementara itu, Mahdi, salah seorang penambang ketek di Kota Kuala Tungkal, ia mengatakan bahwa saat air mulai pasang patahan tiang yang masih berdiri kokoh itu kerap tertumbur pompongnya.
"Ngeri kita kalau lewat bawah nih, kadang air pasang dak nampak tunggul itu. Takutnya tertumburkan, kalau tertumbur nih, bisa tenggelam pompong," katanya.
Dirinya juga menyebutkan, bahwa di lokasi patahnya tiang jembatan WFC itu, kerap dilalui speedboat jurusan wilayah Ulu dan tak jarang pula pompong nelayan melintasi bawah jembatan tersebut.
"Kalau pompong speedboat sering lewat bawah ini (Jembatan WFC, red) lebih cepat dibanding lewat ditengah agak lama, kalau sekarang nih kami lewat tengah lah biaklah lambat asal selamat," ucapnya.
Dia berharap agar tiang pondasi tersebut segera di perbaiki sebelum memakan korban. Sebab, di lokasi itu terdapat jalur lalu lintas pompong untuk nelayan dan masyarakat.
"Kita minta secepatnya diperbaiki sebelum jadi masalah nanti," tandasnya.