Tengku Gilang Pramanda JERNIH.ID, Jambi - Wabah virus corona (Covid-19) saat ini trend Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini terus bertambah, dari data yang terbaru dirilis Tim Gugus Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi per (31/03) jumlah ODP 1121, PDP 17, positif 2, hasil labor sudah keluar 18, uji lab/swab 5 orang.
Melihat peristiwa semakin mewabahnya Covid-19 (Corona) di Provinsi Jambi, tokoh muda yang juga pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Jambi, Tengku Gilang Pramanda mengatakan tentu ini akan mengganggu aktifitas sosial kemasyarakatan. Namun jauh dari pada itu kepentingan saat ini yaitu menjaga penyebaran virus ini agar tidak meluas.
"Pemerintah dalam hal ini harus mengambil sikap–sikap yang tegas dengan pertimbangan keselamatan masyarakat lebih prioritas karna menyangkut kesehatan dan kehidupan orang banyak," kata Gilang, Rabu (1/4/2020).
Ia juga menegaskan kepada pemerintah untuk segera mengambil sikap, untuk melakukan karantina wilayah status Provinsi Jambi dalam segala aktivitas kemasyarakatan dan mendirikan posko– posko disetiap titik penyebaran wabah Covid-19.
Dari data yang diperoleh, untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat 9 ODP dan 0 PDP, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 8 ODP dan 0 PDP, Kabupaten Muaro Jambi 138 ODP dan 0 PDP.
Selanjutnya, Kota Jambi 416 ODP dan 10 PDP, Kabupaten Batanghari 158 ODP dan 0 PDP, Kabupaten Sarolangun 69 ODP dan 2 PDP, Kabupaten Merangin 19 ODP dan 0 PDP, Kota Sungai Penuh 10 ODP dan 0 PDP, Kabupaten Kerinci 57 ODP dan 3 PDP, Kabupaten Bungo 130 ODP dan 1 PDP dan terakhir Kabupaten Tebo 107 ODP dan 1 PDP.
Berdasarkan Sumber data di atas sangatlah signifikan kenaikan penyebaran dan kasus Covid 19 di Jambi, menurut hemat saya karantina wilayah adalah sikap yang arif dan bijaksana karna kita menyadari rendahnya dan terbatasnya peralatan antisipasi penyebaran virus sarta kuangnya petugas medis baik umum maupun profesional dan ditambah belum ditemukanya obat yang dapat menyembuhkan virus tersebut.
"Karantina yang diberlakukan untuk setiap wilayah sangatlah menghambat penyebaran Covid 19 ini, walau terkesan lambat hingga bertambahnya 1 korban positif Covid 19, namun juga pemerintah harus menyediakan sembako bagi masyarakat menengh kebawah agar mereka dapat mengkarantiana diri dan keluarganya untuk tetap dirumah saja," ujarnya.
"Hal demikian dapat dilkaukan dengan pemerintah menginterfensi para investor yang ada di Jambi agar menyediakan ketersediaan bahan pokoknya, ditambah dengan anggaran yang telah digelontorkan oleh pemerintah dan bisa dilakukan dengan pemangkasan anggaran yang untuk saat ini tidak menjadi prioritas," tambahnya.
Ia juga mengapresiasi tindakan untuk menjaga jalur lerbatasan yang baru diberlakukan, dikatakannya bahwa saran melakukan tindakan tersebut pernah diajukannya di limabsaran yang kemarin waktu pernah dinyatakanya pada media, namun ia juga menyarankan membuka posko-posko di akses jalan besar atau protokol yang mengundang keramaian.
"Survei (pemeriksaan secara medis maupun non medis) di daerah kabupaten/kota dengan melibatkan RT, RW, Kades, Lurah, Camat dan sebagainya agar kita dapat mengidentifikasi penyebaran Covid 19 dan dengan itu pemerintah dapat memetakan suatu daerah yang rawan atau tidak rawan dari bahaya Covid19," ucapnya.
Tak lupa ia berharap pemeeintah untuk mengundang para pimpinan Ormas, OKP dan Mahasiswa dengan rapat terbatas agar dapat berperan serta memberikan sumbang saran pendapat bagaimana Jambi dapat menghadapi Covid 19 yang semakin masif ini.