Dokter Spesialis Paru RSUD Raden Mattaher Jambi, dr Medianto JERNIH.ID, Jambi - Hasil laboratorium terhadap pasien yang diduga terkena Virus Corona di RSUD Raden Mattaher Jambi hingga saat ini belum bisa diketahui. Dan saat ini hasil dahak dari pasien sudah dikirimkan ke Jakarta.
"Hasil sampelnya sudah dikirimkan ke Jakarta untuk mendapat hasil pastinya, sekarang pasien masih masa inkubasi, maka pasien itu dirawat di ruang isolasi," kata Kadis Kesehatan Provinsi Jambi, Samsiran, Senin (27/01/2020).
Samsirsan yang juga Plt Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi ini menjelaskan bahwa pasien dengan inisial WDZ (perempuan) melakukan perjalanan ke Wuhan pada tanggal 20 - 27 Desember 2019, dan tiba ke Indonesia tanggal 4 Januari 2020 yang langsung menuju Jambi.
Pasca, pulang dari sana, pasien ini merasa kurang sehat yang mengeluhkan batuk filek, berobat ke RS Siloam, lalu dirujuk di RS Raden Mattaher (25/01/2020) malam.
Namun, mengingat yang bersangkutan baru saja melakukan perjalanan ke Wuhan Cina, maka pihak RS. Raden Mattaher memasukan WDZ ke ruang isolasi untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Dokter Spesialis Paru RSUD Raden Mattaher Jambi Medianto yang merawat pasian menyampaikan bahwa memangbenar pasien yang dicurigai tersebut baru pulang dari Wuhan Provinsi Hubei Republik Tiongkok.
"Benar beliau dari Wuhan, tapi beliau bukan orang Wuhan. Kondisi terakhir alhamdulillah membaik, pagi ini kita juga lakukan pemeriksaan, ronsen, keluhan tidak ada sampai sekarang kita tidak berharap itu corona virus ya," kata dr Medianto.
Lebih lanjut, Medianto mengaku bahwa pihaknya juga telah melakukan shok tenggorokan terhadap pasien dan dikirim ke Penelitian dan Pengembangan Menteri Kesehatan (Litbangkes) RI Jakarta untuk memastikan.
"Untuk menyatakan itu positif atau tidak positifnya, hasil paling lama 2 Minggu, dari kami sebagai dokter ahli paru itu hanya ISPA biasa," tandasnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Muhammad Syafe'i