Bawaslu Jambi Rangkul Mahasiswa dan OKP: Siapkan Fondasi Pemilu 2029 yang Lebih Berkualitas

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Selasa, 30 Juni 2026 , 19:11 WIB
FGD Bawaslu Jambi bersama OKP dan perwakilan BEM se-Provinsi Jambi
Humas Bawaslu Jambi
FGD Bawaslu Jambi bersama OKP dan perwakilan BEM se-Provinsi Jambi


JERNIH.ID, ​JAMBI – Membuka ruang dialog untuk masa depan demokrasi, Bawaslu Provinsi Jambi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Jambi. Diskusi strategis ini berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Jambi, Senin (29/6/2026).

​Pertemuan ini menjadi ajang krusial untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu 2024 sekaligus merancang proyeksi perbaikan demi menyukseskan Pemilu 2029.

​Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Wein Arifin, menegaskan bahwa evaluasi ini tidak sekadar menyoroti aspek teknis. Lebih dari itu, Bawaslu ingin menyentuh substansi demokrasi agar Pemilu di masa depan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

​"Pemilu adalah perangkat demokrasi untuk memilih pemimpin. Kami berharap masukan dari mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadi bekal berharga untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan Pemilu 2029," ujar Wein.

​Menurutnya, setiap tahapan pemilu harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas demokrasi yang berlandaskan konstitusi. Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Rofiqoh Pebrianti, menyambut baik antusiasme peserta. Ia berharap forum ini menghasilkan gagasan konkret yang mampu menyempurnakan jalannya pesta demokrasi mendatang.

​Bawaslu menempatkan mahasiswa dan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga integritas pemilu. Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Ari Juniarman, menekankan pentingnya pandangan kritis dari generasi muda terhadap dinamika kepemiluan.

​"Kami butuh pandangan objektif dan konstruktif dari teman-teman mahasiswa. Keterlibatan kalian sangat krusial untuk memastikan kualitas Pemilu 2029 jauh lebih baik dari sebelumnya," tegas Ari.

​Diskusi berjalan hangat dengan beragam isu strategis yang dibahas, seperti:

  • ​Penguatan pendidikan politik masyarakat.
  • ​Peningkatan pengawasan partisipatif.
  • ​Optimalisasi teknologi informasi dalam pengawasan.
  • ​Strategi pencegahan politik uang.
  • ​Cara efektif meningkatkan partisipasi pemilih muda.

​Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, Indra Tritusian, mengingatkan bahwa pengawalan demokrasi tidak mengenal masa libur. Meski saat ini belum memasuki tahapan Pemilu 2029, proses demokrasi tetap berjalan, salah satunya melalui pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan.

​"Mahasiswa punya peran penting dalam mengawal akurasi data pemilih. Ini adalah langkah nyata untuk menjaga kualitas demokrasi kita," jelas Indra.

​Bawaslu Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus membuka pintu kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara penyelenggara pemilu, akademisi, dan pemuda diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas di tanah air.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID