Biografi Demang Makalam-Wali Kota Jambi Pertama

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Selasa, 30 November 2021 , 19:05 WIB
Demang Makalam-Wali Kota Jambi pertama Demang Makalam-Wali Kota Jambi pertama


Oleh: Bella Wahyuni

Jika mendengar kata Makalam, bagi warga Jambi pasti sudah tidak asing lagi karena nama Makalam tersebut diabadikan pada sebuah nama salah satu jembatan di kota Jambi. Meskipun sudah tidak asing lagi dengan nama Makalam, tentu saja masih banyak orang yang tidak mengetahui sosok dibalik nama tersebut terutama kalangan anak muda yang seharusnya mengetahui dan mengenal lebih dalam sosok beliau.

Kehidupan Demang Makalam

Demang Makalam lahir di dusun Sekeladi desa Batu Empang, yaitu sebuah desa yang terletak di Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Dusun Sekeladi adalah dusun terpencil yang terletak di ujung Kabupaten Sarolangun. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang menghasilkan banyak sekali pejuang kemerdekaan terutama pada masa pendudukan Belanda di Jambi. Tanggal lahir Demang Makalam tidak dapat diketahui secara pasti karena seperti yang sudah kita ketehaui bahwa pada saat itu masayarakat tidak banyak yang bisa baca tulis, yang diketahui hanya tahun lahir nya saja yaitu tahun 1889.

Nama Makalam, sebenarnya adalah Ma’kalam. Berasal dari kebiasaan di Sekeladi dari Muhammad disingkat jadi Ma’. Setelah beliau asisten demang, oleh Belanda diminta untuk buang (‘). Maka sejak itulah menjadi Makalam. Ibu Makalam bernama Siti Jamilah, sedangkan nama ayahnya tidak diketahui. Makalam memiliki seorang Nektan bernama M. Khatab yang merupakan adik Raja Muko-Muko Bengkulu serta Nek Puyang. Maka dari itu Makalam merupakan seorang bangsawan berdarah biru.

Sewaktu Makalam kecil antara usisa 13-15 tahun beliau pernah dibawa oleh saudara nya yaitu Panglimo Batupang dan Bimbing Alam yang merupakan seorang pejuang untuk berperang melawan Belanda pada tahun 1901. Makalam yang pada saat itu masih kecil dilempar kesemak belukar agar tidak terlihat tentara Belanda. Pengalaman yang terjadi ini membuat Makalam menjadi seorang dengan pribadi yang disiplin, keinginan yang keras serta mempunyai pola pikir yang luas ke depan.

Riwayat Pendidikan

Sayangnya Makalam tidak pernah mengenyam pendidikan formal maupun non-formal karena pada masa penjajahan Belanda khususnya abad ke-19, akan sangat sulit bagi masyarakat mendapatkan akses pendidikan. Namun, Makalam mempelajari huruf Arab gundul di surau maupun masjid yang ada di lingkungannya. Walau Makalam tidak pernah mengenyam pendidikan namun ia bukanlah manusia kuno yang tidak berpikiran maju. Justru sebaliknya, Makalam memiliki pandangan yang jauh dan luas kedepan.

Riwayat Kepemimpinan Demang Makalam

Riwayat kepemimpinan Makalam pada masa penjajahan Belanda di Jambi beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dusun, Rio, Pasirah, Asisten Demang dan Demang. Sedangkan pada masa pendudukan Jepang di Jambi Makalam berperan sebagai pegawai pemerintahan Jepang atau anggota Cuo Sang In (badan pemerintah pusat) dari Jambi sekaligus Gico atau Ketua Cuo Sangikai.

Setelah kemerdekaan, diangkatlah Makalam sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) di Jambi. KNI inilah yang nantinya akan memutuskan siapa yang akan menjadi kepala pemerintahan di Jambi yang waktu itu masih residen (keresidenan). Ditunjuklah oleh Makalam, orang yang beliau katakan keturunan Raja Jambi, namanya R. Inu Kertapati menjadi Residen. Selanjutnya, Makalam ini ditunjuk oleh pemerintah Jambi sebagai walikota Jambi pertama sejak tahun 1946-1948.

Akhir Hayat Demang Makalam

Kepergian Makalam menghadap sang pencipta disebabkan oleh penyakit kanker di kepala kiri yang dideritanya selama lebih dari 2 tahun. Tepatnya pada Pagi hari pukul 09.00 WIB, di sebuah rumah Jalan Palembang, Murni, tanggal 17 November 1959 beliau menghembuskan nafas terakhir nya. Almarhum Makalam awalnya dimakamkan di Pemakaman Kebon Jahe Kota Jambi. Namun seiring berjalannya waktu, pemakaman tersebut semakin penuh dan tumpang tindih. Maka, atas saran Alm. M. Sabki (mantan Walikota Jambi) untuk memindahkan makam Makalam ke tempat yang lebih luas, maka keluarga sepakat untuk membuat Taman Makam Keluarga Makalam di Sungai Bertam.

Demang Makalam merupakan sosok yang wajib kita ketahui biografi nya. Karena, dengan mengetahui lebih dalam sosok pemimpin yang telah banyak berjasa untuk kita. Kita bisa mengambil pelajaran dan semangat dari pengalaman kehidupan beliau.

(Penulis merupakan mahasiswi Universitas Jambi)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID