BPJS Ketenagakerjaan Jambi Matangkan Persiapan Program PEKA: Dorong Ahli Waris Mandiri Berwirausaha

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Selasa, 14 Juli 2026 , 19:22 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Jambi matangkan persiapan program PEKA
Dok Humas BPJS Ketenagakerjaan Jambi
BPJS Ketenagakerjaan Jambi matangkan persiapan program PEKA


JERNIH.ID, ​JAMBI – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi mematangkan persiapan peluncuran program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) melalui rapat teknis yang digelar di Aula BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Selasa (14/7/2026). Program ini hadir sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi bagi para peserta dan ahli waris penerima manfaat jaminan sosial.

​Program PEKA dijadwalkan meluncur secara resmi di Kantor Walikota Jambi pada Kamis (16/7/2026). Inisiatif ini fokus membekali penerima santunan dengan keterampilan praktis agar mereka mampu membuka peluang usaha baru, sekaligus meminimalisir risiko kemiskinan baru pasca menerima manfaat.

​Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah memfinalisasi skema kerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait. Sinergi lintas sektoral ini dipastikan menjadi kunci keberlanjutan program.

​"Kami sedang mematangkan skema kerja sama agar program PEKA berjalan optimal. Tujuannya memperluas cakupan manfaat, sehingga ahli waris tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mandiri secara ekonomi," ujar Hendra.

​Dalam program ini, peserta tidak sekadar menerima pelatihan keterampilan. BPJS Ketenagakerjaan Jambi memfasilitasi pendampingan, pembinaan, hingga akses bantuan modal usaha. Langkah ini melibatkan sinergi langsung dengan Bank Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

​Untuk tahap awal, program ini menargetkan 30 peserta dengan fokus pada sektor usaha rumah tangga, seperti pengolahan makanan dan minuman, keterampilan barista, hingga pelatihan konten kreator.

​"Kami menyasar mereka yang memiliki semangat untuk berkembang. Harapannya, dana santunan yang diterima dapat dikelola secara produktif sebagai modal usaha yang berkelanjutan," jelas Hendra.

​Data menunjukkan, dari total 3.900 peserta yang terlindungi melalui dana program Pemerintah Kota Jambi, terdapat 11 pekerja yang meninggal dunia. Sejauh ini, dua orang ahli waris telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan.

​Rendahnya angka partisipasi ini menjadi bahan evaluasi agar sosialisasi program ke depan lebih masif. Pemerintah Kota Jambi pun mendukung penuh inisiatif ini dengan memfasilitasi pendanaan melalui anggaran pemerintah kota atau Balai Latihan Kerja (BLK).

​Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menilai program PEKA sebagai bentuk kepedulian yang nyata bagi masyarakat.

​"Program ini merupakan salah satu inisiatif Walikota Jambi yang menyentuh langsung ekonomi warga. Kami siap mendukung penuh saat peluncuran nanti karena yakin dampaknya akan sangat terasa bagi penerima santunan," kata Liana.

​Rapat teknis ini turut melibatkan Bappeda, Dinas Pariwisata, BPKAD, Kesra, Disperindag, serta lembaga perbankan terkait. Keterlibatan berbagai pihak ini mempertegas komitmen kolaboratif untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi ahli waris di Kota Jambi.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID