Ditanya Soal Kemungkinan Nyapres, Gus Yahya: Saya Sudah Jadi Presiden di NU

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Selasa, 25 Oktober 2022 , 21:32 WIB
Gus Yahya
Istimewa
Gus Yahya


JERNIH.ID, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengklaim tak tertarik untuk maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

"Karena itu saya tak tertarik untuk nyalon jadi presiden Republik Indonesia, karena saya sudah merasa presiden sebetulnya di NU ini," kata Yahya yang disambut tawa dalam Rakernas IX Lembaga Dakwah NU, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (25/10/2022) dikutip dari CNNindonesia.com.

Yahya menyebut NU seharusnya dapat dijalankan laksana pemerintahan. Ia menilai jamiyah NU dapat berfungsi sebagai pelaksana pemerintahan. Sementara jemaah NU didudukkan sebagai warga.

Menurutnya, pemerintahan yang dijalankan NU berbeda dengan pemerintahan negara. Pasalnya, NU tak memiliki teritori politik dan wewenang untuk melakukan pemaksaan secara fisik kepada warganya.

"Jadi kepada teman-teman personalia di PBNU, saya minta berpikir seperti pemerintah. Kepada ketua-ketua tanfidzyah itu saya minta sampean berfikir seolah-olah sampean menteri. Karena saya ini senantiasa berusaha berfikir seolah-olah presiden," ujarnya.

Gus Yahya meminta Lembaga Dakwah PBNU sebagai badan otonom di NU dapat membuat pelbagai kebijakan strategis di dunia dakwah. Semisal melakukan pendataan para mubaligh NU dan latar belakanganya, identifikasi segmen, platform hingga strategi pendekatan dakwah di tengah masyarakat.

"Jadi bukan pekerjaan Lembaga Dakwah bikin jadwal pengajian bagi anggota-anggotanya. Lembaga Dakwah programnya pengajian rutin di kantor PBNU, enggak bisa itu, itu bukan pekerjaan lembaga dakwah," katanya.

Sebagai informasi, nama Yahya Cholil Staquf masuk sebagai salah satu dari sepuluh kandidat bakal calon presiden yang didukung PPP Jawa Timur.

Selain Yahya, sembilan nama lain itu antara lain Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Muhamad Mardiono, Erick Tohir, Sandiaga Salahudin Uno, Mahfud MD, Haidar Nasir dan Taj Yasin.(*/JR1)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID