Al Haris hadiri penyerahan murid baru tahun ajaran 2026/2027 SMAN 1 Muaro Jambi JERNIH.ID, MUARO JAMBI — SMA Negeri 1 Muaro Jambi menggelar tradisi penyerahan murid baru tahun ajaran 2026/2027 secara adat, Selasa (21/7/2026). Inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal ini sukses menarik perhatian dan menuai apresiasi langsung dari Gubernur Jambi, Al Haris.
Al Haris menilai, penyambutan peserta didik melalui prosesi adat merupakan terobosan positif yang kemungkinan pertama kali diterapkan di Provinsi Jambi, bahkan berpotensi menjadi percontohan nasional. Menurutnya, pengenalan adat istiadat sejak bangku sekolah menengah sangat krusial dalam membentuk karakter dan identitas generasi muda.
"Anak-anak yang baru masuk SMA harus sudah mengenal adat dan budaya Jambi. Ini sangat memiliki nilai tambah bagi sekolah, khususnya SMA Negeri 1 Muaro Jambi," ujar Al Haris.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Jambi kini telah merampungkan penyusunan buku adat sebagai modul pembelajaran tambahan di sekolah. Modul ini disusun secara komprehensif melalui kolaborasi bersama lembaga adat, akademisi, dan perguruan tinggi.
Pemprov juga berencana meluncurkan portal khusus digital agar sekolah-sekolah dapat dengan mudah mengakses materi muatan lokal tersebut sekaligus membagikan praktik baik antarlembaga pendidikan.
"Anak-anak kita sudah mulai mengetahui batasan-batasan pergaulan sehari-hari, mana yang sah bagi adat, mana yang tidak. Ini sangat bagus untuk membimbing perilaku mereka," tambahnya.
Selain menyoroti pelestarian budaya, Al Haris turut memuji letak strategis SMAN 1 Muaro Jambi yang berada dekat dengan kawasan perguruan tinggi dan akses infrastruktur yang terus berkembang. Pemerintah daerah terus mendorong konektivitas wilayah, termasuk rencana pembangunan jalur tol dan jembatan menuju Merlung sepanjang 67 kilometer guna mendongkrak aksesibilitas pendidikan.
Tidak hanya tradisi adat, momentum penting di sekolah ini juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama untuk menyatakan perang terhadap Judi Online, IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta sikap tegas menolak keberadaan genk motor.
Acara khidmat tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Pemkab Muaro Jambi, tokoh adat setempat, dewan guru, orang tua siswa, serta ratusan pelajar. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat fondasi karakter siswa sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negatif di tengah masyarakat.(*/JR2)