Kemas Faried apresiasi penggagalan penyeludupan sabu 2 Kg di Bandara Jambi JERNIH.ID, JAMBI — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi sukses membongkar upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat sekitar 2 kilogram di Bandara Sultan Thaha Jambi. Penindakan tegas aparat ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly.
Aksi penyelundupan ini terkuak ketika petugas Aviation Security (Avsec) bandara mencurigai koper bawaan seorang calon penumpang berinisial M (21), warga Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat melewati mesin X-Ray, koper hitam milik pelaku menunjukkan indikasi kuat berisi barang terlarang.
Mengetahui gerak-geriknya terendus, pelaku sempat kabur meninggalkan lokasi. Berdasarkan penelusuran taksi online Daihatsu Sirion berpelat nomor BH-1808-KF yang mengantarnya, tim gabungan akhirnya melacak persembunyian pelaku di Kamar 301 Hotel Green Jambi sebelum akhirnya berhasil diringkus.
Kemas Faried menyampaikan penghargaan tinggi kepada Kepala BNNP Jambi, Asep Saepudin, beserta jajarannya yang sigap bertindak cepat menggagalkan peredaran barang haram tersebut.
"Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen dan keseriusan aparat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Provinsi Jambi," ujar Kemas Faried, Selasa (21/7/2026).
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum lanjutan kepada BNN dan aparat penegak hukum terkait agar jaringan sindikat di balik penyelundupan ini bisa dikuliti sampai tuntas.
Desak Evaluasi Sistem Keamanan Bandara
Kasus lolosnya kurir narkoba hingga ke area bandara ini dinilai menjadi lampu kuning bagi sistem pengamanan transportasi udara di Jambi. Kemas Faried mendesak manajemen Angkasa Pura, maskapai, dan instansi terkait untuk langsung mengevaluasi celah keamanan yang ada.
Menurutnya, pengamanan bandara bukan hanya tanggung jawab petugas pemeriksaan. Evaluasi berkala, penambahan personel, optimalisasi teknologi deteksi, serta penguatan intelijen di kawasan bandara harus menjadi prioritas mendesak agar sistem keamanan semakin diperketat.
"Keamanan bandara bukan hanya tanggung jawab petugas pemeriksaan. Peningkatan koordinasi antarinstansi harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Jambi Jangan Jadi Jalur Lintasan Narkoba
Kemas Faried dengan tegas menyatakan bahwa Provinsi Jambi tidak boleh dicap sebagai jalur transit maupun pintu masuk sindikat narkotika, khususnya lewat jalur udara. Nama baik daerah harus dijaga ketat dari stigma negatif jaringan narkoba internasional maupun antarprovinsi.
"Kita tidak ingin Provinsi Jambi mendapat stigma sebagai jalur maupun pintu masuk peredaran gelap narkotika melalui transportasi udara. Nama baik Jambi harus kita jaga bersama," katanya.
Ia memastikan DPRD Kota Jambi memberikan dukungan penuh kepada BNN, Kepolisian, Bea Cukai, dan Angkasa Pura untuk memberantas jaringan narkoba tanpa pandang bulu.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar dan segera melapor jika mendapati aktivitas mencurigakan. Perang melawan narkoba, kata dia, membutuhkan sinergi kuat dari semua elemen demi melindungi generasi muda Jambi dari ancaman kehancuran.(*/JR2)