Gas Elpiji/ilustrasi JERNIH.ID, Merangin - Persoalan gas melon belum terurai. Harganya mahal ditambah lagi stok yang terbatas, Gas Elpiji 3 Kg selalu jadi keluhan masyarakat Merangin.
Seperti dikeluhkan Tina. Ia katakan waktu ingin mau membeli sering habis, namun jika ingin mendapatkan Gas Elpiji maka harus menunggu terlebih dahulu.
"Itu kalau beli dengan pengecer, harganya 30 ribu pertabung, mau dak mau ya beli dari pada tidak masak," ujar warga Bangko ini, Senin (27/1/2020).
Ditempat terpisah, Jernih.id, menelusuri harga dan ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg, ditemukan harga yang tidak sama bahkan tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Seperti disalah satu Pangkalan dipinggir jalan Lintas Sumatra, tepatnya depan Pos Lantas Simpang Empat Bukit indah. Pangkalan menjual Gas Elpiji 20 Ribu satu tabung.
"Harganya 20 bang, cuman sekarang lagi habis belum tau kapan datang," ujar salah seorang karyawan tokoh.
Begitu juga dengan salah satu Pangkalan di wilayah Pasar Rakyat Pasar Baru Bangko Milik Junaidi, menurut Junaidi saat ini stok Gas ada cuman kalau warga mau membeli harus bawa KK atau KTP.
"Kalau saya jual 17 ribu bang, satu KK dapat jatah cuman satu tabung, paling banyak dua buah, jatah saya 280 tabung perminggu itulah yang saya jual," ujar Junaidi.
Untuk diketahui, Menurut Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) setiap pangkalan harus memasang merek spanduk yang terlihat masyarakat umum.
Pangkalan harus melengkapi perijinan (SITU,SIUP dan TDP), menjual dengan harga HET Rp17 ribu, agen melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkala, agen tidak menjual gas bersubsidi ke pengecer.
Distribusi LPG 3 kg untuk daerah yang belum terdapat pangkalan akan dikoordinasikan ke Tim koordinasi tingkat Propinsi Jambi untuk pengadaan sub pangkalan sebagai perpanjangan mata rantai distribusi.
Penulis : Upro
Editor : Muhammad Syafe'i