Gedung Mahligai Bank 9 Jambi JERNIH.ID, JAMBI — PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) mengantongi peluang besar untuk memperkokoh perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Pengamat perbankan, Laila Farhat, menilai bank milik masyarakat Jambi ini memiliki ruang yang sangat luas untuk menggenjot penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif.
Langkah strategis ini sejalan dengan geliat perekonomian Provinsi Jambi yang terus tumbuh positif, diikuti dengan melonjaknya kebutuhan modal usaha di tengah masyarakat.
Laila menyebutkan, Bank Jambi harus mengoptimalkan fungsi intermediasinya—yanti menghimpun dana warga lalu menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit produktif—ke sejumlah sektor potensial, seperti:
Perkebunan dan Pertanian
Perdagangan Tradisional dan Jasa
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
"Struktur ekonomi Jambi bertumpu pada sektor-sektor produktif tersebut. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi Bank Jambi untuk meningkatkan pembiayaan. Namun, manajemen wajib melakukan ekspansi secara hati-hati dengan menerapkan manajemen risiko yang matang," ujar Laila, Sabtu (27/6/2026).
Laila menjelaskan bahwa kucuran modal pada sektor produktif bukan sekadar mengejar angka di laporan keuangan. Lebih dari itu, setiap rupiah pembiayaan yang mengalir ke masyarakat akan memicu efek domino yang nyata bagi daerah.
Suntikan modal dari Bank Jambi terbukti mampu:
Membidani lahirnya usaha-usaha baru.
Mendorong ekspansi bisnis yang sudah berjalan.
Menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi secara menyeluruh.
Meski demikian, Laila mengingatkan agar agresivitas ini tidak mengorbankan kesehatan bank. Manajemen Bank Jambi wajib menyeimbangkan volume kredit dengan kualitas aset yang sehat.
"Kesehatan bank harus tetap menjadi prioritas utama. Pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan hanya tercipta jika bank mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap rendah dan profitabilitas perusahaan tetap sehat," tegasnya.
Guna menjawab kebutuhan pasar modern, Laila juga menyoroti pentingnya langkah Bank Jambi dalam mempercepat transformasi digital. Layanan berbasis teknologi ini terbukti ampuh memotong jarak, sehingga perbankan bisa menjangkau nasabah secara cepat, mudah, dan efisien.
Bagi pelaku UMKM, kemudahan akses digital dari Bank Jambi menjadi kunci utama untuk naik kelas dan mengembangkan skala usaha mereka secara instan.
Di sisi lain, suntikan dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) selaku pemegang saham menjadi suplemen strategis bagi Bank Jambi. Berbekal tata kelola perusahaan yang bersih (good corporate governance), strategi bisnis yang adaptif, serta fokus pada pembiayaan produktif, Bank Jambi optimistis mampu mempertegas posisinya sebagai mitra pembangunan utama di Provinsi Jambi.(*/JR2)