Disertasi Doktor UI Bedah Sawit Tanjab Barat: Bupati Anwar Sadat: Ini Referensi Penting Bagi Daerah

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Sabtu, 04 Juli 2026 , 21:48 WIB
Anwar Sadat saat hadir sidang terbuka promosi doktor, Estiarty Haryani
Prokopim Tanjab Barat
Anwar Sadat saat hadir sidang terbuka promosi doktor, Estiarty Haryani


JERNIH.ID, ​JAKARTA – Industri kelapa sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini menjadi sorotan akademis. Hal ini menyusul rampungnya penelitian doktoral oleh Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan, Estiarty Haryani, yang mengkaji strategi green productivity atau produktivitas hijau di sektor tersebut.

​Penelitian ini dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia, di kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Dalam disertasi berjudul "Strategi Keberlanjutan Implementasi Green Productivity Industri Kelapa Sawit (Studi pada PT X di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi)," Estiarty berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cum laude.

​Disertasi tersebut menelaah bagaimana perusahaan sawit dapat mendongkrak produktivitas sekaligus menekan dampak kerusakan lingkungan. Estiarty menawarkan sejumlah rekomendasi bagi pelaku industri agar tetap kompetitif dan bernilai tambah tinggi, namun tetap memegang teguh standar keberlanjutan.

​Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, yang hadir dalam prosesi akademik tersebut, mengakui pemilihan wilayahnya sebagai lokus penelitian merupakan sinyal positif bagi daerah.

​"Tanjung Jabung Barat merupakan salah satu sentra sawit di Jambi. Kami menyambut baik hasil penelitian ini karena memberikan perspektif ilmiah terkait tata kelola industri yang lebih ramah lingkungan," ujar Anwar Sadat usai sidang.

​Menurut Anwar Sadat, keterlibatan akademisi dalam membedah persoalan industri sawit daerah diharapkan bukan sekadar menjadi tumpukan dokumen riset. Pihaknya mendorong agar temuan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan daerah.

​"Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha sangat krusial. Kami membuka ruang kolaborasi bagi inovasi-inovasi yang dapat membantu daerah mewujudkan industri sawit yang produktif, namun tetap menjaga kelestarian ekosistem lokal," tambahnya.

​Penelitian ini diharapkan menjadi referensi nyata bagi pemerintah daerah dalam menyusun regulasi perkebunan di masa depan, mengingat sektor sawit masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Tanjung Jabung Barat.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID