Harga Komoditi Gula Pasir Melonjak, Ini Penyebabnya

Penulis: Putri , Editor: Muhammad Syafe'i - Jumat, 20 Maret 2020 , 16:14 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi
Putri/jernih.id
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi


JERNIH.ID, Jambi - Mewabahnya virus Corona (Covid-19) menyebabkan harga komoditi gula pasir di Provinsi Jambi melonjak menjadi 16 ribu hingga 17 ribu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi mengatakan 11 kebutuhan pokok dan kebutuhan strategis merupakan hal yang sangat penting untuk di pantau terutama dalam dalam menghadapi isu global seperti sekarang ini.

Berkaitan dengan Covid-19 ini dan kesiapan Dinas Ketahanan Pangan menjelang bulan Suci Ramadan akan melakukan Rapat Tim Satgas Pangan untuk mengantisipasi ketersediaan kebutuhan pangan pokok maupun strategis.

"Hari Senin kita akan melakukan rapat yang dipimpin langsung oleh pak Sekda selaku ketua tim satgas pangan untuk mengantisipasi daripada ketersediaan kebutuhan pangan pokok maupun strategis yang ada di Provinsi Jambi," ujar Amir, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (20/3/2020).

Dirinya menyampaikan, bahwa untuk kebutuhan pokok beras saat ini untuk Provinsi Jambi masih cukup dan tersedia untuk 4 bulan kedepan.

"Ada 4 Produsen beras yang ada di Jambi maupun stok ketersediaan yang ada di Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita di Provinsi Jambi 4 bulan kedepan, jadi khusus beras insyaallah aman tidak ada masalah stok tersedia," ucapnya.

Kemudian kebutuhan pangan strategis lainnya seperti sayuran, cabe, bawang, telur, terigu dan lain-lain itu sudah cukup dan harganya juga masih dalam kondisi stabil. Namun yang menjadi persoalan saat ini adalah harga gula pasir.

"Saat ini yang menjadi persoalan pokok sekarang adalah gula pasir di mana gula pasir ini kita ketahui tadi juga disampaikan oleh teman-teman Kepala Dinas Provinsi se-indonesia dalam telekonferens bahwa seluruh provinsi mengalami hal yang sama dengan kita Provinsi Jambi terjadi adanya kelangkaan gula pasir sehingga terjadilah kenaikan harga yang sangat signifikan di tingkat konsumen," beber Amir.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID