Jelang Lebaran, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Alam Barajo Meningkat

Penulis: Upro - Sabtu, 09 Juni 2018 , 23:57 WIB


JERNI.ID, Kota Jambi - Terminal Alam Barajo Kota Jambi sudah nampak dipadati oleh masyarakat yang hendak mudik. Memasuki H-6 lebaran, penumpang bus di Terminal Alam Barajo mengalami peningkatan. 

Kepala Terminal Alam Barajo Desfredo Pangihutan mengatakan, pada H-8 lebaran ada 48 bus yang diberangkatkan dengan jumlah penumpang 887 orang. Sedangkan pada H-7 ada 63 bus yang diberangkatkan dengan jumlah penumpang mencapai 1.174 orang.
“Dua sampai tiga hari sebelum H-7 lebaran ada kenaikan tapi tidak signifikan, sedangkan H-8 dan H-7 sudah ada perbedaan, untuk yang H-6 hari ini masih kita pantau, masih dalam proses,” jelas Desfredo di kantornya, Sabtu (9/6/2018).

Desfredo menjelaskan, penumpang bus yang memadati Terminal Alam Barajo didominasi oleh penumpang yang akan mudik ke Jawa, terutama Solo dan Yogyakarta. Sedangkan sebagian lagi mudik ke Medan. Saat ditanya terkait kesiapan pihak terminal menyambut arus mudik lebaran, Desfredo mengatakan, kesiapan armada bus sudah diserahkan ke perusahaan ottobus (PO) yang mendata jumlah penumpang jauh-jauh hari sesuai permintaan.

Selain itu, pihak terminal mengecek kendaraan, baik dari segi kelayakan maupun kesehatan supir bus. “Nanti kita cek kendaraannya karena begitu lampu mati, baik utama maupun lampu sen, akan segera kami tilang. Dan kalau terjadi kelebihan penumpang yang belum terlayani, kami dari pihak terminal siap koordinasi dengan Damri sebagai penambahan angkutan. Jadi segeralah hubungi kami,” jelasnya.

Sementara itu, kendala yang dihadapi pihak terminal yaitu adanya bus-bus liar. Perusahaan bus tersebut enggan mematuhi aturan untuk bergabung dengan pihak terminal. Kondisi ini bisa membahayakan penumpang, karena bus tidak melalui proses pengecekan. ”Kalau dari kementerian, yang berlaku di Indonesia itu naik turunnya penumpang di terminal, kecuali yang punya izin pool, itupun tetap pengecekannya di terminal. Bus yang menyalahi aturan, saya sudah ingatkan melalui surat kalau terjadi tabrakan ada yang meninggal, tidak hanya supirnya tetapi pengurusnya juga. Jadi kita sayangkan hal itu,” jelas Desfredo.

Terkait masalah terorisme yang belakangan menjadi perhatian, Desfredo menambahkan, pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada pihak terminal untuk selalu waspada, terutama terkait hal-hal yang mengundang kecurigaan. “Kalau memang seperti kemarin ditemukan kotak dan tas, tanyakan dulu siapa pemiliknya, baik kepada orang sekitar atau PO, juga harus lapor pada keamanan, karena kita bukan ahlinya. Daripada kita kecolongan, lebih baik saya telepon Polsek, mereka siap membantu,” terangnya.

Untuk diketahui, Terminal Alam Barajo baru difungsikan kembali sekitar satu setengah tahun setelah lama berhenti beroperasi, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang jasa transportasi, baik antar kota di Provinsi Jambi, maupun antar kota ke luar Jambi.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID