Kisah Dini Rantiwi, Aktivis Perempuan UNBARI Saat Orasi Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Syafe'i - Ahad, 11 Oktober 2020 , 14:53 WIB
Aktivis perempuan UNBARI, Dini Rantiwi
Foto: Abiyu Farian
Aktivis perempuan UNBARI, Dini Rantiwi


JERNIH.ID, Jambi - Aksi demonstrasi Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa hari dilakukan mahasiswa Jambi di gedung DPRD Provinsi Jambi dan lapangan Gubernur Jambi.

Menariknya, belakangan ini foto aktivis mahasiswi sambil memegang toa saat berorasi menjadi perbincangan di media sosial.

Aktivis mahasiswi ini diketahui bernama Dini Rantiwi yang merupalan Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat KIP Universitas Batanghari (UNBARI).

Baca juga: Jadi Sasaran Penganiayaan, Ketua PKC PMII Jambi: Ini Bentuk Ancaman Gerakan Mahasiwa

Dini sapaan akrab Dini Rantiwi mengatakan pada saat aksi (8/10) yang lalu di lapangan kantor gubernur Jambi, dirinya menjadi salah seorang perempuan yang kemudian berorasi untuk menyampaikan orasi.

"Kami mahasiswa sebagai corong aspirasi rakyat menolak secara tegas keputusan DPR yang mengesahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang tidak pro rakyat, hal tersebut adalah bentuk pengkhianatan DPR kepada rakyat," kata Dini, Minggu (11/10/2020).

Dini Rantiwi saat berorasi di aksi Omnibus Law tolak UU Cipta Kerja (foto: Abiyu Farian)

Dirinya juga menyampikan untuk semua mahasiswa yang menegakkan keadilan, terlebih untuk seluruh mahasiswa pergerakan dengan memperlihatkan bahwa perempuan siap ikut serta dalam barisan lerlawanan atas ketidakadilan.

Baca juga: Aksi Demo Berujung Ricuh, Ketua PKC PMII Jambi Jadi Sasaran Penganiayaan

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pergerakan perempuan itu berpengaruh besar terhadap perubahan. Ia dan semuanya juga berharap akan muncul aktivis - aktivis dari kaum perempuan dengan lantang dan gagah berani tampil menjadi tokoh gerakan yang visioner.

Dini Rantiwi saat berorasi di aksi Omnibus Law tolak UU Cipta Kerja (foto: Abiyu Farian)

"Ayo para kaum perempuan keluarkan suara lantang kalian, kita buktikan bahwa kita bukan hanya mampu meneteskan air mata namun semua kita bisa berteriak lantang untuk menuntaskan misi perjuangan sebagai kaum intelektual yang di pundak kita terdapat amanah dari para masyarakat Indonesia," tegasnya.

Baca juga: Usai Edi Menyampaikan Orasi, Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja Ricuh

"Stop posting insta story, ayo keluarkan suara lantang kalian untuk ciptakan gen-gen Kartini masa depan. Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja sampai tuntas," tukasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID