Kisah Haru Sopir Ambulance Pembawa Jenazah Pasien Covid-19

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Syafe'i - Kamis, 16 April 2020 , 23:59 WIB
Ilustrasi
Istimewa
Ilustrasi


Pak Syam mengatakan kondisi seperti ini sampai kapan tidak ada yang mengetahuinya, apalagi sebentar lagi kita akan menyambut bulan puasa tentunya akan sedih dengan situasi seperti ini.

“Kita semua tentunya ingin Tarawih berjamaah, pengen Idul Fitri. Tolong buat masyarakat diam di rumah sebentar saja, diam 14 hari. Sebentar lagi kita puasa, kami minta tolong. Kami memakamkan jenazah ini sudah puluhan setiap harinya, minta tolong untuk di rumah saja. Kami juga punya keluarga, punya tetangga, kita punya kehidupan. Hal seperti ini harus sampai kapan, kita ingin bersosialisasi,” ungkapnya sambil terisak menangis.

Sepanjang dirinya membawa Ambulance ini, di lampu merah masih terlihat macet, dini hari juga masih mecet. Masyarakat diharapkannya dapat mengerti akan kondisi ini.

“Sedih Mbak, tiap menit ada telepon masuk untuk melayani jenazah yang dengan protap Covid-19, sedih Mbak. Tapi masyarakat tidak ada yang mengerti, capek Mbak tapi ini memang suatu kerjaan,” ucapnya sembari menyampampaikan kata maaf atas keluhannya ini.

"Saya membayangkan bahkan mungkin keluarga Pak Syam di rumah juga sesungguhnya khawatir melihat Pak Syam setiap hari berjibaku melakukan pekerjaan, tapi disisi lain banyak masyarakat yang bahkan tidak peduli dan cuek seperti yang Pak Syam tadi katakan,” kata Najwa Shihab.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID